Gelar HUT ke-53 dan Rakernas, Ini yang Dibahas PDIP: Isu Lingkungan hingga Pilkada
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo mengatakan, partainya akan melakukan konsolidasi di hari pertama Rakernas setelah lebih dulu menggelar konferensi cabang.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar HUT ke-53 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Kegiatan yang digelar selama tiga hari mulai dari 10-12 Januari 2025 dilaksanakan di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta.
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo mengatakan, partainya akan melakukan konsolidasi di hari pertama Rakernas setelah lebih dulu menggelar konferensi cabang hingga daerah.
"Dan tentu masih banyak sekali agenda-agenda yang mesti kita lakukan, maka tiga pilar diundang hari ini semuanya agar masing-masing bisa menjalankan fungsinya. Dan tentu saja cukup banyak isu yang berkembang di masyarakat yang hari ini partai harus merespon sebagai sebuah tanggung jawab itu dia," kata Ganjar kepada wartawan di lokasi, Jakarta, Sabtu (10/1).
"Jadi, dalam beberapa hari akan membahas isu-isu nasional maupun lokal yang akan dibicarakan oleh seluruh kabinet," sambungnya.
Isu yang Disorot PDIP
Ia menjelaskan, beberapa yang akan dibahas diantaranya menegukan kembali nilai-nilai perjuangan dan demokrasi. Salah satu yang menjadi keluhan masyarakat dijelaskannya yakni tidak bebas lagi dalam berbicara.
"Rasanya itu perlu kita perjuangkan. Jangan sampai nilai demokrasi kita turun, mestinya kan kualitas demokrasi makin naik. Itu akan kita bicarakan," jelasnya.
Isu lainnya yang akan dibahas dalam kegiatan tersebut yakni soal apakah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dipilih orang DPRD atau dipilih langsung oleh masyarakat. Termasuk isu Internasional.
"Kalau kita melihat geopolitiknya sekarang berubah, maka nilai-nilai kejuangan kita sekarang dituntut betul untuk bisa dibuktikan dalam bentuk kebijakan publik. Nah, dalam kontek politik luar negeri kita, kita tidak boleh diam pada soal seperti ini. Karena itu kelak kemudian akan berpengaruh kepada kita semuanya. Maka kita mesti siaga," ujarnya.
"Belanda saja hari ini sudah mengirimkan kepada rakyatnya untuk dia siap siaga dalam 3 hari hidup sendiri. Survive. Itu artinya di tengah situasi yang ansetenti seperti ini, negara mesti menyiapkan diri," sambungnya.
Kemudian, isu lainnya yang bakal dibahas yaitu lingkungan. Karena hal ini menurutnya berkaitan dengan bencana.
"Itulah perintah ketua umum beberapa kali menyampaikan kepada 3 pilar partai, apakah di struktural, kemudian yang di sekutip maupun di selatip, agar mengontrol pada wilayah ini. Ya tata ruangnya, ya lingkungannya," paparnya.
"Kalau sudah terlanjur apa yang perlu dilakukan, kalau belum bagaimana mencegahnya. Itu saya kira genda-genda akan kita bicarakan," pungkasnya.