Gedung Sekolah Lapuk dan Atap Ambruk, SDN Nagrak Sukabumi Butuh Tindakan Cepat
Kondisi SDN di Sukabumi telah terabaikan selama setahun, setelah terjadinya insiden atap sekolah yang ambruk pada tahun 2024.
Keadaan bangunan di SDN Nagrak, yang terletak di Desa Cikelat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, sangat memprihatinkan. Keselamatan siswa menjadi taruhannya, namun kondisi ini tampaknya tidak mendapatkan perhatian yang cukup. Harapan untuk perbaikan tampaknya semakin jauh dari kenyataan.
Sudah lebih dari satu tahun, situasi ini dibiarkan tanpa tindakan berarti. Insiden ambruknya atap sekolah pada tahun 2024 lalu menjadi titik awal masalah ini.
"Saat itu, baru satu anak datang pagi-pagi. Siswa tersebut masuk ke kelas untuk menyimpan tas dan mengambil sandal. Waktu dia keluar, tiba-tiba bagian belakang bangunan roboh. Kalau dia masih di dalam, mungkin ceritanya akan lain," ungkap Kepala Sekolah SDN Nagrak, Rika Purwati, pada Sabtu (11/10).
Atap gedung yang runtuh disebabkan oleh usia bangunan yang sudah lama, dengan banyak bagian yang mengalami kerusakan.
Genteng-gentengnya banyak yang hilang, sementara kayu kaso dan reng sudah keropos. Bahkan, bagian atap tidak lagi mampu menahan beban yang ada. Tidak heran, bangunan ini telah berusia 13 tahun sejak dibangun pada tahun 2012 melalui program PNPM.
Siswa sedang belajar di ruang guru
Ruang kelas enam yang ambruk terletak berdampingan dengan kelas lainnya. Akibatnya, para siswa terpaksa menggunakan ruang guru sebagai tempat belajar karena tidak ada ruang pengganti yang tersedia.
"Kelas yang tersisa hanya enam ruangan, tapi satu sudah rusak berat. Sekarang ruang guru dipakai belajar. Kalau nanti jumlah siswa bertambah tahun depan, saya bingung mau menempatkan mereka di mana," ungkapnya.
Saat ini, jumlah siswa aktif di SDN Nagrak mencapai 125 orang dari kelas 1 hingga 6. Meskipun dalam kondisi yang kurang ideal, proses belajar mengajar tetap dilaksanakan agar semangat anak-anak dalam menuntut ilmu tidak pudar.
Mohon perhatian dari Pemerintah Daerah
Rika menginginkan agar pemerintah daerah segera melakukan tinjauan dan perbaikan pada sekolah mereka. Ia merasa khawatir jika dibiarkan dalam kondisi yang sama terlalu lama, maka bangunan lain yang sudah mulai lapuk juga akan ambruk dan dapat membahayakan keselamatan para siswa.
"Kami hanya ingin sekolah ini diperbaiki. Bukan untuk kenyamanan guru, tapi untuk keselamatan anak-anak. Kalau satu ruangan saja bisa ambruk, bagaimana dengan yang siswa," ungkapnya.