Gara-Gara Senggolan Naik Motor, Guru SD di Pangkep Tewas Dibacok
Kronologi pembacokan berawal saat korban mengendarai sepeda motornya melintas di Desa Parenreng, Kecamatan Segeri.
Seorang guru Sekolah Dasar (SD) berinisial BN (49), meninggal dunia usai dibacok pemuda berinisial A (33) di Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Kepulauan Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (14/9). Kepolisian Sektor Segeri telah menangkap pelaku di rumahnya.
Kapolsek Segeri Ajun Komisaris Sofyanto mengatakan, pelaku A melakukan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam terhadap korban BN terjadi sekira pukul 17.35 Wita, Minggu (14/9). Dia menjelaskan kronologi berawal saat korban mengendarai sepeda motornya melintas di Desa Parenreng, Kecamatan Segeri.
"Saat itu pelaku yang juga menggunakan sepeda motor bersenggolan dengan korban dan sama-sama terjatuh. Pelaku langsung menyerang korban dengan parang," ujar Sofyanto kepada wartawan, Senin (15/9).
Saat itulah, pelaku membacok korban beberapa kali dengan menggunakan parang. Akibatnya korban mengalami luka tusuk dan robek di bagian dada, punggung, dan tangan.
"Pelaku juga menghancurkan helm serta handphonne milik korban. Setelah menganiaya korban, pelaku langsung kabur," tutur dia.
Korban Sempat Dibawa ke Rumah Sakit
Sofyanto menyebut korban sempat dibawa ke Puskesmas Segeri untuk mendapatkan pertolongan. Tapi pada akhirnya korban meninggal di Puskesmas Segeri.
"Korban sempat dievakuasi dan akhirnya dinyatakan meninggal di Puskesmas Segeri," kata dia.
Kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap pelaku di rumahnya. Sofyanto mengaku masih menyelidiki motif pelaku membacok korban.
"Pelaku kami tangkap dirumahnya tanpa perlawanan dan saat ini masih diperiksa di Polres Pangkep," kata dia.
Meski demikian, Sofyanto mengungkapkan fakta sebelum membacok korban BN, pelaku menganiaya dua orang IR (25) dan HW (48). Dia menyebut kedua korban tersebut mengalami luka.
"Jadi korbannya ada tiga orang. Dua luka dan satu meninggal dunia," tandasnya.