LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ganjar Minta Pemerintah Pusat Gunakan Data Real Time Vaksinasi

Vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) terkendala oleh pasokan vaksin dari pemerintah pusat. Gubernur Ganjar Pranowo menuturkan, persoalan ini muncul lantaran acuan data yang digunakan. Dia meminta pemerintah pusat untuk menggunakan data real time yang terdapat pada aplikasi Pcare.

2021-08-03 14:25:30
vaksin covid-19
Advertisement

Vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) terkendala oleh pasokan vaksin dari pemerintah pusat. Gubernur Ganjar Pranowo menuturkan, persoalan ini muncul lantaran acuan data yang digunakan. Dia meminta pemerintah pusat untuk menggunakan data real time yang terdapat pada aplikasi Pcare.

"Karena itu lebih realtime. Nanti kami evaluasi dengan Dinkes dan akan kami usulkan," kata Ganjar di Grobogan, Selasa (3/8).

Dia menjelaskan, dalam vaksinasi Covid-19 terdapat dua aplikasi yang digunakan. Yaitu Smile dan Pcare. Keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Advertisement

"Jadi ada dua sistem, Pcare, yakni aplikasi yang digunakan untuk menyimpan data setelah orang divaksin. Ini yang paling riil. Setiap yang datang, divaksin langsung di-input. Sementara yang dipakai acuan data pusat dari aplikasi Smile. Ternyata butuh waktu lama untuk mengisi ke aplikasi Smile, mulai disuntik, direkap di aplikasi Pcare, baru dilaporkan. Kalau belum di-input di Smile, maka dibaca dan dianggap stok masih banyak," terang Ganjar.

Dia berharap ke depan tidak ada lagi ada ribut-ribut soal perbedaan data. Menurutnya, yang perlu diributkan saat ini adalah seberapa cepat warga divaksinasi.

"Biar energinya tidak dibuang untuk perdebatan yang tidak penting lagi, karena kita bisa memperbaiki itu," jelasnya.

Advertisement

Sebelumnya sejumlah kepala daerah di Jateng protes pada pemerintah pusat terkait ketersediaan vaksin. Sebab, data vaksinasi antara pemerintah pusat dan daerah tidak sama.

Seperti yang dilakukan Bupati Grobogan yang selalu meminta tambahan vaksin. Namun di data Smile dari pemerintah pusat, stok vaksin di Grobogan masih banyak sehingga tidak dikirim.

Artikel terkait Ganjar Pranowo juga bisa dibaca di Liputan6.com

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, Slamet Widodo menjelaskan bahwa input data ke aplikasi Smile membutuhkan waktu lama. Data baru di-input setelah direkap dari aplikasi Pcare.

"Itu butuh waktu lama pak, kami tiap hari kalau vaksinasi sudah langsung input ke aplikasi Pcare," kata Slamet Widodo.

Baca juga:
Anies: Pengelola Usaha Kena Sanksi Jika Izinkan Masuk Warga Belum Divaksin
Stok Vaksin Covid-19 di Pangandaran hampir Habis, Distribusi Belum Pasti
Indonesia Kembali Kedatangan 500 Ribu Dosis Vaksin Sinopharm
Anies Sebut Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Kegiatan Tak Bisa Dilakukan Virtual
Kemenkes: Belum Ada Pembahasan Sertifikat Vaksin untuk Akses Tempat Umum
Jerman akan Berikan Suntikan Booster Covid-19 Mulai September

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.