Gagal di sekolah, remaja ini kini sukses jadi guru tari di Amerika
Niat remaja ini untuk belajar tari di Amerika sempat ditentang keluarga.
Usianya baru 19 tahun, gerakannya gemulai dalam mengajarkan tarian Bali, lengkap dengan kipas di tangan kanannya. Meski baru berusia belasan, Nia, nama guru tari itu memiliki anak didik yang tidak sembarang. Muridnya terdiri dari penari profesional dari berbagai negara.
Dengan keahlian tari Indonesia yang dimilikinya, Nia menggabungkan tari Bali dengan tari hiphop. Bahkan di usia yang masih muda tersebut, Nia berhasil menjadi Director Choreography di Los Angeles, California, Amerika.
Kisah Nia tersebut diunggah oleh akun Facebook Komunitas Ayah Edy, Kamis (2/4). Dalam tulisan panjang yang tersebut, Edy menuliskan, Nia merupakan siswa remedial atau murid yang harus mengulang pengajaran karena hasil belajarnya yang jelek.
"Ya Tuhan... Anak SMP yang dulu nilainya pas-pasan itu kini telah menjadi seorang Director Choreography di Los Angeles, California di usianya yang masih amat sangat belia."
Perjalanan karir Nia untuk bisa berada di posisinya sekarang ini tidaklah mudah. Banyak halangan datang menghadangnya, khususnya dari pihak keluarga saat Nia akan dimasukan ke sekolah tari di Amerika. Terlebih saat itu dirinya masih duduk di bangku kelas 3 SMP.
"Piye iki ayah (karena beliau orang Surabaya) aku bingung dan ragu, karena keluargaku itukan sangat akademis sekali rata-rata S3, mereka malah memarahi aku katanya apa2an ini kok anak malah disuruh sekolah nari.... Mau jadi apa nanti anakmu dengan narinya itu," tulis Edy menirukan omongan ibu Nia.
Setelah mendapatkan penjelasan, akhirnya kekhawatiran orang tua Nia luluh. Mereka mengizinkan putri kesayangannya tersebut untuk menempuh pendidikan tari di Negeri Paman Sam.
"Satu Jam lebih kami berusaha memberikan penjelasan yg meyakinkan, hingga akhirnya sang ibu kembali berani lagi melanjutkan rencana bersama anaknya."
Di negeri Paman Sam itu Nia ternyata terus berkembang. Karirnya menanjak terus. Nia menjadi inspirasi, siswa yang gagal di sekolah belum tentu tak punya kemampuan lain.
Baca juga:
Demi kuliah, mahasiswi cantik ini rela jadi cleaning service
Demi kuliah, gadis cantik ini jadi petugas kebersihan di stasiun
Merasa putus asa? Tengok perjuangan bayi ini!
Prof Dr Siti Mujibatun, mantan TKW ini jadi guru besar UIN Walisongo
Lusinan hewan liar melayat saat nenek baik hati ini meninggal