FX Rudy Tak Masalah Jokowi Mudik, Asal Tugas Negara
Dia menyampaikan dukungan terhadap keputusan Jokowi terkait larangan mudik. Pihaknya tetap tegas untuk menegakkan peraturan yang ada.
Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo menegaskan tetap akan mengkarantina siapapun yang mudik ke Solo. Terutama pemudik yang datang dari zona merah, seperti Jakarta dan sekitarnya. Untuk itu ia berharap masyarakat tetap mematuhi himbauan pemerintah tersebut, termasuk VIP maupun VVIP.
Namun saat ditanyakan apakah pemberlakuan karantina tersebut termasuk kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Rudy tidak mengiyakan. Seperti diketahui, mantan Gubernur DKI Jakarta itu sering pulang ke kampung halaman di Solo, tak hanya saat menjelang Ramadan maupun saat Idul Fitri, namun juga saat libur nasional.
"Lah kalau beliau (Jokowi) tugas negara, masa mau dikarantina," ujarnya, Kamis (23/4).
Dia menyampaikan dukungan terhadap keputusan Jokowi terkait larangan mudik. Pihaknya tetap tegas untuk menegakkan peraturan yang ada.
Setiap pemudik yang tiba di Solo, akan dijemput dari bandara, stasiun maupun terminal. Demikian juga pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, akan didata dan dijemput oleh petugas di wilayah masing-masing.
"Pokoknya mudik karantina, gitu aja," tegasnya.
Ia juga yakin, tidak akan ada pejabat yang mudik dan harus menjalani karantina. Pasalnya para pejabat tahu peraturan. Pengawasan para pemudik tetap akan dilakukan di terminal, bandara dan seluruh stasiun kereta api.
"Datanya kan jelas, nama, tujuan, pekerjaan. Jangan sampai nanti di sini dikarantina, kembali ke sana membawa penyakit kan nggak akan berhenti virus Corona ini," ujarnya.
Rudy menambahkan, selama ini sudah mengkarantina para pemudik di Graha Wisata Niaga, sejak sebelum terbit larangan mudik. Usai dikarantina, mereka kemudian diantar pulang ke rumah keluarga masing-masing. Seperti hari ini, ia juga mengantarkan belasan pemudik yang selesai menjalani karantina.
"Kenapa kita harus mengantar, supaya masyarakat percaya warga tersebut sudah bebas dari karantina dan dinyatakan sehat. Sehingga tidak boleh dikucilkan dan tidak boleh takut," pungkasnya.
Baca juga:
Jasa Marga Kaji Usulan Polisi Tutup Jalan Tol Layang Japek Selama Larangan Mudik
Larangan Mudik, Jasa Marga Sebut Belum Ada Rencana Penutupan Tol Solo-Ngawi
Pemerintah Harus Waspada Masyarakat Mudik Lebih Awal Sebelum Larangan Berlaku
Survei Indo Barometer: 2 Juta Orang Ingin Mudik Saat Lebaran
Tak Boleh Mudik, 5 Kebiasaan Ini Bikin Kangen Pulang Kampung
Pemerintah Larang Mudik, Warga Antre Pembatalan Tiket Kereta
Jadi Perdebatan, Ini Perbedaan Mudik dan Pulang Kampung