Warga yang mengungsi kembali ke Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut, Lebanon, dengan kendaraan yang penuh barang-barang mereka, Jumat (17/04/2026) setelah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. (AP Photo/Bilal Hussein)
Advertisement
Warga Lebanon mulai kembali ke rumah, pada Jumat (17/04/2026) setelah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah mulai berlaku. Arus kendaraan terlihat memenuhi jalan, membawa barang-barang pribadi warga yang sebelumnya mengungsi akibat konflik berkepanjangan.
Dengan kendaraan yang dipenuhi barang-barang pribadi, warga memasuki kembali lingkungan tempat tinggal mereka meski harus menghadapi kondisi yang jauh dari pulih. Banyak rumah dan bangunan di kawasan tersebut mengalami kerusakan, bahkan hancur, akibat serangan yang terjadi selama beberapa pekan terakhir.
Lebih dari satu juta orang tercatat mengungsi di Lebanon akibat konflik yang meluas di kawasan. Dampak perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran turut memperparah situasi keamanan dan kemanusiaan di negara tersebut.
Advertisement
Sehari sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata akan diberlakukan pada pukul 5 sore Waktu Bagian Timur, atau tengah malam waktu Beirut. Keputusan itu diambil setelah pembicaraan dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun.Pengumuman tersebut menandai berakhirnya enam minggu pertempuran antara Israel dan Hizbullah, meskipun bentrokan sempat terus terjadi di wilayah selatan Lebanon setelah invasi Israel pada awal Maret.
Advertisement
Tentara Lebanon memberi isyarat kepada pengungsi yang mengantre menyeberangi jembatan rusak di Qasmiyeh, dekat Tyre, saat kembali mereka kembali ke desa pasca gencatan senjata, Jumat (17/04/2026). AP Photo/Mohammed Zaatari
Seorang pengungsi melambaikan bendera Iran saat kembali bersama keluarganya ke desa mereka setelah gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel, di Qasmiyeh dekat kota Tyre, Lebanon selatan, Jumat (17/04/2026). AP Photo/Mohammed Zaatari
Warga mengantre menyeberangi jembatan rusak di Qasmiyeh, dekat Tyre, saat kembali mereka kembali ke desa pasca gencatan senjata, Jumat (17/04/2026). AP Photo/Mohammed Zaatari
Warga mengibarkan bendera Hizbullah dan gambar mendiang pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, di Zefta, Lebanon selatan, Jumat (17/04/2026), saat penduduk yang mengungsi kembali ke desa mereka setelah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. AP/Hassan Ammar
Warga yang mengungsi kembali ke Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut, Lebanon, dengan kendaraan yang penuh barang-barang mereka, Jumat (17/04/2026) setelah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. AP Photo/Bilal Hussein
Warga pengungsi mengendarai sepeda motor kembali ke desa mereka setelah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah, di Saida, Lebanon, Jumat (17/04/2026). AP Photo/Hassan Ammar
Warga yang mengungsi kembali ke Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Jumat (17/04/2026) setelah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. AP Photo/Bilal Hussein
Warga yang mengendarai sepeda motor melewati reruntuhan bangunan yang hancur di Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Jumat (17/04/2026), setelah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. AP/Bilal Hussein
Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
Pemerintah belum bisa memastikan kepul para WNI tersebut karena saat ini jalur penerbangan di sejumlah negara Timur Tengah menerapkan sistem buka tutup.