FOTO: BNN Bongkar Laboratorium Narkoba Jaringan Rusia di Bali
BNN mengungkap laboratorium narkoba sintetis mephedrone yang diduga dikendalikan jaringan Rusia di Kabupaten Gianyar Bali dan menangkap dua warga negara Rusia
Aparat mengawal dua warga negara Rusia saat rekonstruksi di lokasi rumah yang digunakan sebagai laboratorium narkoba di Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu 7 Maret 2026. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia mengungkap laboratorium narkoba sintetis jenis mephedrone yang dikendalikan jaringan Rusia di kawasan The Lavana De’Bale Marcapada, Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama operasi antara BNN RI, Imigrasi, Bea Cukai, dan Polda Bali
Dalam operasi tersebut petugas mengamankan dua warga negara Rusia yakni NT perempuan berusia 30 tahun dan ST laki laki berusia 34 tahun. Keduanya diduga terlibat dalam produksi dan distribusi mephedrone yang dikenal sebagai narkotika jenis party drug dengan risiko tinggi bagi kesehatan.
Pengungkapan laboratorium mephedrone dengan jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia. Dari lokasi produksi petugas menyita narkotika mephedrone dalam bentuk padatan sekitar 644 gram serta cairan sebanyak 7.250 mililiter sehingga total berat bruto mencapai sekitar 7,8 kilogram.Selain narkotika jadi, tim gabungan juga menemukan bahan kimia dan prekursor yang diduga digunakan untuk memproduksi mephedrone. Barang bukti berupa bahan baku padatan sekitar 2,6 kilogram dan cairan mencapai 219.780 mililiter.
Penyelidikan menunjukkan para tersangka memproduksi narkotika secara mandiri di lokasi tersebut selama berada di Bali. Aktivitas produksi dilakukan pada malam hari sekitar pukul 00.00 hingga 04.00 Wita. Kegiatan itu akhirnya terungkap setelah aparat melakukan pengawasan dan pembuntutan terhadap para tersangka sejak Januari 2026.
Penangkapan dilakukan pada Kamis 5 Maret 2026 sekitar pukul 23.45 Wita sesaat setelah narkotika selesai diproduksi sehingga peredarannya berhasil dicegah.Selain mengamankan tersangka dan barang bukti, petugas juga melakukan rekonstruksi di lokasi untuk memperjelas rangkaian kegiatan produksi narkotika tersebut.