FOTO: Aksi Aktivis Greenpeace di PLTU Muara Karang Soroti Arah Kebijakan Energi Indonesia
Aksi damai aktivis lingkungan di PLTGU Muara Karang menyoroti arah kebijakan energi Indonesia yang dinilai belum sejalan dengan komitmen iklim global.
Sejumlah aktivis lingkungan Greenpace menggelar aksi damai di PLTGU Muara Karang, Jakarta Utara, bertepatan dengan berlangsungnya COP30 di Belém, Brasil. Mereka menyoroti inkonsistensi kebijakan energi nasional yang dinilai masih memberi ruang besar bagi bahan bakar fosil.
Aksi ini menyorot rencana pembangunan PLTU dan pembangkit gas dalam RUPTL 2025–2034, yang dinilai bertentangan dengan target peningkatan energi terbarukan dalam berbagai strategi nasional. Jika tetap dijalankan, proyek-proyek tersebut dapat mengunci Indonesia pada emisi karbon jangka panjang.
Indonesia memiliki potensi energi terbarukan sekitar 3.600 GW, terutama dari tenaga surya. Namun kontribusinya masih di bawah 15%, sementara energi fosil diperkirakan tetap mendominasi hingga lebih dari satu dekade ke depan.Para aktivis menegaskan perlunya percepatan energi terbarukan seperti surya dan ngin, bukan transisi dari batu bara ke gas, agar Indonesia dapat merespons krisis iklim secara lebih ambisius dan berkelanjutan.