Flavio Cobolli Kalahkan Alexander Zverev, Tantang Ben Shelton di Final BMW Open Munich
Petenis Italia Flavio Cobolli membuat kejutan besar dengan menyingkirkan juara bertahan Alexander Zverev di semifinal BMW Open Munich. Kini, ia siap menghadapi Ben Shelton dalam perebutan gelar juara ATP 500 tersebut.
Flavio Cobolli, petenis muda asal Italia, berhasil mengamankan tempat di final BMW Open by Bitpanda setelah menumbangkan juara bertahan Alexander Zverev. Pertandingan semifinal yang berlangsung pada Sabtu (18/4) di Munich ini berakhir dengan skor telak 6-3, 6-3 untuk kemenangan Cobolli. Kemenangan impresif ini membuka jalan bagi Cobolli untuk berhadapan dengan petenis Amerika, Ben Shelton, di laga puncak pada Minggu.
Cobolli menunjukkan performa luar biasa sepanjang pertandingan, mendominasi Zverev yang merupakan petenis peringkat ketiga dunia. Dengan hasil ini, Cobolli menjadi salah satu dari sedikit petenis musim ini yang berhasil mencapai final di lapangan tanah liat dan keras. Pencapaian ini menandai momen penting dalam karier petenis berusia 23 tahun tersebut.
Di sisi lain, Ben Shelton juga memastikan tempatnya di final setelah mengalahkan petenis kualifikasi Slovakia, Alex Molcan, dengan skor 6-3, 6-4. Shelton, yang merupakan petenis nomor satu Amerika, kembali ke final Munich untuk tahun kedua berturut-turut. Pertarungan antara Cobolli dan Shelton diprediksi akan menjadi laga yang menarik, mengingat rekor pertemuan mereka sebelumnya.
Performa Gemilang Flavio Cobolli Taklukkan Zverev
Flavio Cobolli tampil sangat dominan saat menghadapi Alexander Zverev, petenis tuan rumah yang telah tiga kali menjuarai BMW Open. Cobolli mencatatkan 32 winner dan hanya kehilangan delapan poin dari servis pertamanya, menunjukkan ketepatan dan kekuatan pukulan yang luar biasa. Kemenangan ini diraih dalam waktu 69 menit, sebuah indikasi betapa solidnya permainan Cobolli.
Petenis Italia itu mengakui bahwa pertandingan melawan Zverev, yang disebutnya sebagai salah satu teman terbaik di tur, cukup sulit secara emosional. Namun, ia berhasil mengatasi tekanan dan memberikan penampilan terbaiknya. "Ini adalah salah satu pertandingan terbaik saya, melawan salah satu teman terbaik saya di tur," kata Cobolli, dikutip dari ATP. "Dia orang yang sangat baik dan kami memiliki hubungan yang baik dengan semua orang di timnya, jadi agak sulit bermain melawannya. Tapi hari ini saya rasa saya memainkan salah satu pertandingan terbaik saya, dan saya sangat senang dengan penampilan saya."
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Cobolli atas petenis Top 5 dunia dan yang kedua atas petenis Top 10. Sebelumnya, ia memiliki catatan 1-16 melawan petenis Top 10, dengan satu-satunya kemenangan terjadi saat Holger Rune mengundurkan diri di Madrid tahun lalu. Dengan pencapaian ini, Cobolli bergabung dengan Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner sebagai petenis ketiga musim ini yang mencapai final ATP Tour di lapangan tanah liat dan keras.
Ben Shelton Melaju ke Final Kedua Beruntun
Ben Shelton menunjukkan permainan yang tenang dan efektif saat mengalahkan petenis kualifikasi Alex Molcan. Kemenangan ini memastikan Shelton akan memiliki kesempatan lain untuk mengangkat trofi di Munich, setelah tahun lalu ia kalah di final dari Zverev. Shelton berhasil mengakhiri perjalanan Molcan yang sebelumnya telah menunjukkan performa mengejutkan di turnamen ini.
Petenis Amerika itu akan membawa keunggulan 3-2 dalam catatan head to head melawan Flavio Cobolli di final. Shelton telah mengalahkan Cobolli dalam tiga pertemuan mereka di tahun 2025, sementara Cobolli memenangkan dua pertemuan di tahun 2024. Final ini akan menjadi final ATP Tour ketujuh bagi Shelton dan yang kelima di level ATP 500. Ia sebelumnya telah memenangkan gelar di Tokyo pada 2023 dan Dallas pada Februari 2026.
Dengan kemenangannya di semifinal, Shelton juga memastikan posisinya sebagai petenis No.1 Amerika akan tetap terjaga pada Senin (20/4). Konsistensi Shelton di lapangan tanah liat Eropa terus berkembang, menjadikannya salah satu pesaing kuat di turnamen ini.
Implikasi dan Rekor Petenis di Munich
Kemenangan Flavio Cobolli atas Alexander Zverev tidak hanya membawanya ke final, tetapi juga diperkirakan akan meningkatkan peringkat ATP-nya, kemungkinan besar ke sekitar peringkat 12-16 dunia. Cobolli kini mengejar gelar ATP Tour keempatnya dan yang ketiga di level ATP 500, setelah sebelumnya memenangkan gelar di Acapulco pada tahun 2026.
Bagi Alexander Zverev, kekalahan ini menandai kekalahan semifinal keempat berturut-turut. Sebelumnya, ia juga takluk dari Jannik Sinner di tiga turnamen ATP Masters 1000 berturut-turut di Indian Wells, Miami, dan Monte-Carlo. Zverev, yang merupakan juara bertahan dan petenis unggulan teratas, kesulitan menemukan ritme permainannya dan melakukan beberapa kesalahan ganda krusial.
Sementara itu, Ben Shelton mencapai final Munich untuk kedua kalinya secara berturut-turut, sebuah prestasi yang belum pernah dicapai petenis Amerika di lapangan tanah liat Eropa sejak Jim Courier pada awal 1990-an. Final ATP 500 ini akan menjadi ajang pembuktian bagi kedua petenis muda berbakat ini, dengan Cobolli mencari gelar besar pertamanya di Munich dan Shelton berupaya meraih gelar keduanya di musim 2026.
Sumber: AntaraNews