Film 'Sebelum Dijemput Nenek' Hadirkan Kejutan Hantu Lama Rapi Films dan Kameo Populer
Sutradara Fajar Martha Santosa menyiapkan kejutan di film horor komedi 'Sebelum Dijemput Nenek' dengan menghadirkan hantu-hantu ikonik Rapi Films serta figur publik populer sebagai kameo, menjanjikan teror yang dibalut komedi segar.
Film horor komedi berjudul "Sebelum Dijemput Nenek" siap menyapa penonton bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2026. Disutradarai oleh Fajar Martha Santosa, film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang unik dengan memadukan elemen horor dan komedi. Fajar Martha Santosa telah menyiapkan sebuah kejutan istimewa untuk para penggemar film horor tanah air.
Kejutan tersebut berupa kehadiran hantu-hantu legendaris dari semesta Rapi Films sebagai kameo dalam film ini. Langkah kreatif ini telah didiskusikan secara matang bersama produser Sunil Samtani dari Rapi Films, menunjukkan kolaborasi yang kuat dalam menghadirkan inovasi. Konsep ini diharapkan dapat memberikan nuansa nostalgia sekaligus teror baru bagi penonton.
Fajar menjelaskan bahwa ide ini adalah semacam 'mix universe' dari film-film Rapi Films, yang memungkinkan mereka untuk 'menceng-cengin' karakter hantu lama tersebut di film terbarunya. Kehadiran sosok gaib dari pustaka film lama Rapi Films ini berfungsi untuk melengkapi teror dari hantu utama, Mbah Marsiyem, sekaligus menambahkan sentuhan komedi yang khas.
Mix Universe Rapi Films dan Kejutan Cameo Populer
Fajar Martha Santosa menegaskan keputusannya untuk hanya menggunakan karakter hantu dari internal rumah produksi Rapi Films. Hal ini dilakukan untuk menjaga konsistensi dan memberikan penghormatan terhadap warisan film horor mereka. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat identitas film dan menarik perhatian penonton yang familiar dengan karakter-karakter tersebut.
Selain menghadirkan kameo hantu, film "Sebelum Dijemput Nenek" juga menampilkan figur publik populer sebagai kameo, seperti kreator konten Eri Pras dan Tante Ernie. Fajar memilih mereka karena menilai kepribadian dan cara mereka berinteraksi di media sosial sangat cocok dengan warna komedi yang ingin dibangun dalam film. Sentuhan unik dari para kameo ini dinilai sangat pas dengan karakter Nisa yang diperankan oleh Wavi Zihan.
Karakter Nisa dirancang untuk memiliki reaksi yang antusias saat menghadapi fenomena mistis dan menyenangi media sosial, sehingga interaksi dengan figur publik ini akan terasa alami. Kombinasi antara hantu lama dan selebriti masa kini diharapkan mampu menciptakan dinamika yang menghibur dan segar. Ini menjadi salah satu daya tarik utama yang ditawarkan oleh film horor komedi ini.
Dinamika Karakter dan Pesan di Balik Teror
Dinamika utama film "Sebelum Dijemput Nenek" tetap bertumpu pada adegan si kembar, Hestu yang diperankan oleh Angga Yunanda dan Akbar yang diperankan oleh Dodit Mulyanto. Perbedaan sifat di antara karakter yang diceritakan mirip tapi beda nasib ini, Hestu yang serius dan Akbar yang santai, menjadi motor penggerak humor yang alami di tengah situasi menegangkan yang mereka hadapi. Kontras karakter ini akan menjadi sumber utama komedi dalam film.
Wavi Zihan sebagai Nisa, dengan karakternya yang antusias terhadap fenomena mistis dan media sosial, akan menambah warna pada cerita. Reaksi Nisa yang unik terhadap kejadian supernatural akan menjadi jembatan antara elemen horor dan komedi. Ini memungkinkan penonton untuk merasakan ketegangan sekaligus tertawa dalam satu waktu.
Sri Isworowati, yang berperan sebagai Mbah Marsiyem, berharap filmnya kelak membuat penonton muda tidak lagi merasa takut secara berlebihan terhadap sosok hantu di film. "Saya pesan pada semuanya, film ini ada untuk pendidikannya, ada untuk semangat. Jadi enggak usah takut sama hantu. Kalau melihat hantu, ingat saja Mbah Marsiyem," ujar Sri. Ia mengaku rela mengenakan makeup prostetik selama berjam-jam untuk membawa misi khusus melalui perannya sebagai hantu tersebut, menunjukkan dedikasi dalam menyampaikan pesan positif melalui film.
Sumber: AntaraNews