Filipina dipimpin Duterte, JK yakin soal Abu Sayyaf cepat selesai
Enam ABK TB Charles sudah dibebaskan.
Warga Negara Indonesia (WNI) kembali disandera Abu Sayyaf. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berjanji akan menyelesaikan persoalan ini secepatnya.
"Sedang dikerjakan oleh tim crisis center di bawah Polhukam, BIN, kepolisian untuk dicari solusinya," ujar JK saat menghadiri silaturahmi dan acara buka puasa di JK Jenggala, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (25/6).
JK yakin persoalan ini segera diselesaikan dengan baik. Terlebih lagi, Filipina saat ini dipimpin oleh Rodrigo Duterte yang punya tipikal kepemimpinan yang keras.
"Iya Duterte itu keras. Sehingga ia ingin selesaikan dengan keras," tutur dia.
Diketahui, 13 Anak Buah Kapal (ABK) tugboat Charles 001 dan kapal Robby 152 disandera kelompok Abu Sayyaf saat melintas di wilayah perairan Filipina pada 23 Juni lalu. Enam ABK di antaranya diketahui sudah dibebaskan hari ini, namun masih berada dalam pengawasan TNI AL.
Baca juga:
Tiba di Balikpapan, 6 kru TB Charles diperiksa TNI AL
Usai WNI kembali diculik, Presiden Duterte janji hadapi Abu Sayyaf
4 Alasan WNI berulang kali diculik di perairan selatan Filipina
Tak anggap enteng, perusahaan siapkan penerjemah buat bebaskan 7 WNI
Duka istri ABK, kabar penyanderaan sempat dianggap hoax pemerintah
WNI kembali disandera, Komisi I DPR pertanyakan patroli antar negara
Was-was melintas di jalur tengkorak perairan Filipina