Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Was-was melintas di jalur tengkorak perairan Filipina

Was-was melintas di jalur tengkorak perairan Filipina Ilustrasi Penyanderaan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Anak buah kapal (ABK) asal Indonesia kembali disandera kelompok militan di perairan Filipina. Pada Rabu (22/6) kemarin, beredar informasi menyebutkan salah satu anggota keluarga ABK dihubungi oleh orang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf yang menyandera tujuh ABK dari kapal tongkang TB Charles 00.

Kabar ini dibenarkan oleh perusahaan pemilik kapal, PT PP Rusianto Bersaudara. Mereka mengaku tujuh dari 13 ABKnya diculik. Hanya enam ABK yang kembali merapat di Pelabuhan Samarinda dari Tarakan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir mengatakan, penyanderaan kapal tongkang Charles 001 terjadi dua kali. Pada pukul 11.30, kelompok bersenjata menghentikan kapal Charles 001 dan kapal Robby 152 serta menyandera tiga orang ABK.

"Sementara itu, pada pukul 12.45, empat orang disandera lagi oleh kelompok yang berbeda dari sebelumnya," kata Tata.

Tata menuturkan, pihaknya kemarin masih belum bisa memberikan verifikasi kebenaran kasus ini. Sebabnya, dari pihak perusahaan dan pemerintah Filipina juga belum ada verifikasi.

Tata sendiri tidak mengungkapkan kelompok mana yang menyandera para WNI. Sementara itu, saat ditanya mengenai tebusan, Tata mengaku belum tahu detailnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi mendapatkan konfirmasi penyanderaan tujuh ABK kapal Charles 001 dan Robby 152 pada Kamis (23/6) pagi. Dari 13 ABK, enam sedang dalam perjalanan menuju Samarinda, Kalimantan Timur. (mdk/gil)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP