Fenomena Gadai Emas di Padang Pasca-Lebaran, Ternyata Ini Penyebabnya
Masyarakat Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar) ramai menggadaikan perhiasan emasnya di Kantor Pengadaian Tarandam.
Pasca Lebaran Idul Fitri 2025, masyarakat Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar) ramai menggadaikan perhiasan emasnya di Kantor Pegadaian Tarandam.
Dari pantauan merdeka.com pada Kamis, (10/4), puluhan masyarakat mengantre di kantor tersebut untuk menggadaikan perhiasan emas yang dimiliki.
Pimpinan Cabang Pegadaian Tarandam Padang mengatakan, sejak kembali beroperasi pasca Idulfitri terjadi peningkatan jumlah masyarakat yang menggadaikan perhiasan emas mereka.
"Terhitung pada Selasa dan Rabu ada sekitar 645 orang nasabah dengan total omzet Rp7 miliar," tuturnya ditemui merdeka.com di kantornya, Kamis, (10/4).
Ia melanjutkan, jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa yang rata-rata hanya mencapai omzet sekitar 2 sampai 3 miliar.
Alasan Gadai Emas
Riki mengatakan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat ramai mengadaikan perhiasan pasca lebaran. Salah satunya kenaikan harga emas saat ini.
"Saya juga melihat nasabah saat ini sudah memiliki edukasi investasi emas. Daripada menjual, lebih baik mereka mengadaikan barangnya," ujarnya.
Salah seorang warga Mutia (25) mengatakan, alasan ia menggadaikan emas miliknya berkaitan dengan kondisi keuangan usai perayaan Idulfitri 2025.
"Pengeluaran saat lebaran cukup besar, jadi saya milih mengadaikan emas," tuturnya.
Dia mengatakan dengan mengadaikan emas dapat membantu perekonomian keluarga pasca-lebaran. "Dari pada minjam uang ke orang lain lebih baik mengadaikan emas saja," tuturnya.
Selain mengadaikan emas, masyarakat juga ramai membeli emas di galeri 24 Pengadain Tarandam Padang. "Daya beli masyarakat saat ini cukup tinggi, selamat dua hari sudah terjual 1,5 kg dengan nilai penjualan 2,5 miliar," kata Riki.