Fakta Unik: Sumber Air Kalidoh Berdiri Sejak 1932, PDAM Semarang Gencarkan Penghijauan 5 Titik Sumber Mata Air
PDAM Tirta Moedal Semarang melakukan aksi Penghijauan Sumber Air di lima titik vital, termasuk Kalidoh yang berusia puluhan tahun. Langkah ini demi menjaga pasokan air bersih.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang baru-baru ini meluncurkan program penghijauan yang signifikan. Inisiatif ini secara khusus bertujuan untuk melestarikan lima titik sumber mata air utama yang menjadi andalan pasokan air bersih bagi masyarakat luas. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.
Aksi penanaman bibit pohon tersebut dilaksanakan di lima lokasi strategis, meliputi Sumber Air Kalidoh dan Seleses di Kabupaten Semarang, serta Ancar, Moedal, dan IPA Pudakpayung yang berada di wilayah Kota Semarang. Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-114 PDAM Tirta Moedal pada 26 September lalu menjadi momentum penting untuk kegiatan konservasi ini.
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal, E. Yudi Indardo, menegaskan bahwa penghijauan adalah langkah konkret yang tak terpisahkan untuk menjaga keberlanjutan sumber air. Kegiatan rutin tahunan ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan air bersih jangka panjang bagi seluruh pelanggan setia.
Konservasi Sumber Air Bersejarah dan Strategis
PDAM Tirta Moedal Kota Semarang menunjukkan komitmen kuatnya terhadap kelestarian lingkungan dengan melakukan penghijauan di lima titik sumber mata air yang vital. Salah satu lokasi yang menjadi fokus utama adalah Sumber Air Kalidoh di Desa Langensari, kaki Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. Titik ini memiliki nilai historis yang tinggi karena sudah berdiri sejak masa Pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1932, menjadikannya salah satu infrastruktur air tertua di daerah tersebut.
E. Yudi Indardo, Direktur Utama PDAM Tirta Moedal, menjelaskan bahwa Sumber Air Kalidoh merupakan salah satu aset penting yang dikelola perusahaan untuk mendistribusikan air bersih kepada pelanggan. Selain dari sumber permukaan dan instalasi pengolahan air, keberadaan mata air alami ini berperan vital dalam menjaga pasokan. Oleh karena itu, menjaga kelestariannya melalui program penghijauan sumber air menjadi prioritas utama bagi operasional PDAM.
Kegiatan penanaman pohon ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan bagian integral dari rangkaian peringatan HUT ke-114 PDAM Tirta Moedal. Puncak perayaan yang jatuh pada 26 September ditandai dengan penanaman bibit pohon di Sumber Air Kalidoh, menegaskan pentingnya lokasi ini. Ini menunjukkan bahwa upaya konservasi adalah agenda rutin yang berkelanjutan dan terus dilakukan setiap tahun.
Kolaborasi Masyarakat dan Program Sosial Berkelanjutan
Lurah Langensari, Suyanto, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif PDAM Kota Semarang dalam menjaga keberlanjutan sumber air yang krusial ini. Ia menekankan bahwa Sumber Air Kalidoh, yang telah ada sejak masa Hindia Belanda, masih menjadi tumpuan utama kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Semarang hingga saat ini. Keberadaan sumber air bersejarah ini sangat vital bagi kehidupan sehari-hari ribuan warga.
Suyanto juga berharap agar pohon-pohon yang telah ditanam dalam program penghijauan ini dapat dirawat dengan baik oleh semua pihak. Pertumbuhan subur pohon-pohon tersebut diharapkan akan terus menjaga ketersediaan air bersih secara berkelanjutan di masa mendatang, memastikan pasokan yang stabil. Hubungan baik antara PDAM dan masyarakat sekitar juga terlihat dari tradisi merti desa yang rutin dilaksanakan di sekitar sumber Kalidoh, memperkuat ikatan komunitas.
Selain program penghijauan sumber air, PDAM Kota Semarang juga memiliki agenda sosial lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat. Perusahaan ini akan menggelar kegiatan khitan massal pada 11 Oktober 2025. Acara sosial ini merupakan hasil kerja sama strategis dengan RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, menunjukkan komitmen PDAM tidak hanya pada lingkungan tetapi juga pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews