Fakta Unik! Polda Kalsel Panen Jagung 700 Ton di Lahan Basah, Dukung Swasembada Pangan Nasional
Polda Kalsel panen jagung 700 ton, sebagian langsung dikirim ke Bulog untuk cadangan pangan. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting swasembada jagung nasional.
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) berhasil memanen sebanyak 700 ton jagung dalam panen raya kuartal III. Panen ini dilakukan di Jalan Gubernur Syarkawi Km 17 Gambut, Kabupaten Banjar, pada Sabtu (27/9). Hasil panen ini bertujuan utama untuk memenuhi kebutuhan stok jagung Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyatakan, 30 ton jagung langsung dikirim ke gudang Bulog sebagai cadangan pemerintah. Sisa panen disalurkan kepada mitra kerja sama yang berkomitmen menyerap hasil petani. Ini merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden.
Produksi dan luas lahan tanam jagung terus meningkat dari kuartal I dan II, dengan harapan terus bertambah di kuartal IV. Bahkan, pada awal Oktober, Polda Kalsel akan kembali melakukan panen di lahan 50 hektare di Sungai Danau, Kabupaten Tanah Bumbu. Gubernur Kalsel juga telah mendukung dengan menyediakan empat mesin pemanen jagung.
Inovasi Polda Kalsel dalam Budidaya Jagung di Lahan Basah
Polda Kalsel menghadapi tantangan unik dalam budidaya jagung di lahan basah, khususnya di Jalan Gubernur Syarkawi Gambut. Kondisi tanah asam dengan tingkat keasaman (pH) di bawah 5 menjadi hambatan utama. Padahal, tanaman jagung memerlukan pH minimal 5,5 untuk pertumbuhan optimal.
"Kami terus menetralkan pH tanah untuk pertumbuhan jagung yang optimal termasuk pengendalian air yang berlebih," jelas Kapolda Yudha. Upaya ini melibatkan metode khusus untuk menyesuaikan kondisi tanah agar sesuai dengan kebutuhan tanaman jagung. Pengelolaan air yang tepat juga krusial untuk mencegah kelebihan kelembaban.
Keberhasilan budidaya jagung di lahan basah ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Pencapaian ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi erat antara Polda Kalsel, pemerintah daerah, akademisi, hingga kelompok tani. Kerja sama lintas sektor ini menjadi kunci sukses program ketahanan pangan.
Dukungan Luas untuk Program Ketahanan Pangan Nasional
Untuk mendukung program ketahanan pangan dan swasembada jagung yang dicanangkan Presiden, Polda Kalsel telah menyiapkan total 12 ribu hektare lahan. Dari jumlah tersebut, hampir 900 hektare lahan telah berhasil ditanami jagung. Ini menunjukkan komitmen serius dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Kedepannya, akan ada tambahan 3.700 hektare lahan yang siap ditanam pada akhir tahun ini. Lahan tersebut merupakan hasil kerja sama strategis dengan PT Inhutani, memperluas cakupan program. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan jagung secara signifikan.
Gubernur Kalsel, Muhidin, turut mengapresiasi keberhasilan Polda Kalsel dalam budidaya jagung ini. Beliau menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus membantu kebutuhan Polda. "Kami komitmen terus membantu apa yang dibutuhkan Polda, seperti mesin pemanen jagung saya langsung perintahkan kepala dinas pertanian apa yang kita miliki segera dorong ke Polda," tegas Muhidin.
Panen Raya Serentak dan Komitmen Nasional
Panen raya jagung kuartal III ini tidak hanya terjadi di Kalimantan Selatan, melainkan dilakukan serentak secara nasional. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kapolri turut menghadiri lokasi panen di Desa Sabahlioh, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.
Inisiatif panen serentak ini menunjukkan skala besar komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah. Fokus pada swasembada pangan, khususnya jagung, menjadi prioritas nasional. Hal ini sejalan dengan visi Presiden untuk mencapai kemandirian pangan pada tahun 2025.
Program ketahanan pangan melalui budidaya jagung ini merupakan contoh nyata sinergi antara lembaga kepolisian dan sektor pertanian. Tujuannya adalah menjaga stabilitas pasokan pangan daerah dan nasional. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews