Fakta Unik: Pemprov Jateng Targetkan Vaksinasi PMK Sejuta Hewan Ternak di 2025 Demi Genjot Produksi Daging
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah gencar lakukan vaksinasi PMK pada sejuta hewan ternak hingga 2025. Langkah ini demi dongkrak produksi daging pasca-wabah, bagaimana strateginya?
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menargetkan vaksinasi penyakit kuku dan mulut (PMK) kepada minimal satu juta hewan ternak di wilayahnya hingga tahun 2025. Upaya masif ini bertujuan untuk menggenjot kembali produksi daging pasca-serangan wabah PMK yang sempat menekan sektor peternakan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jateng, Supriyanto, menjelaskan bahwa vaksinasi akan menyasar hewan sapi, kambing, dan domba. Hingga September 2025, sebanyak 284.867 ekor hewan ternak telah berhasil divaksinasi PMK, menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah.
Program vaksinasi ini didukung penuh oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dan melibatkan setidaknya 3.000 petugas di lapangan. Pelaksanaan vaksinasi dibagi menjadi dua tahap sepanjang tahun 2025, memastikan cakupan yang luas untuk mencapai target swasembada pangan.
Target Ambisius Vaksinasi PMK untuk Ketahanan Pangan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Disnakeswan secara serius menggarap program vaksinasi PMK dengan target ambisius. Minimal satu juta hewan ternak, meliputi sapi, kambing, dan domba, akan mendapatkan vaksinasi hingga tahun 2025. Langkah ini merupakan respons strategis untuk memulihkan dan meningkatkan produksi daging yang sempat terganggu oleh wabah PMK.
Supriyanto menegaskan pentingnya upaya ini dalam mengembalikan produktivitas sektor peternakan. "PMK itu memang telah menekan produksi, untuk mengembalikan ke sana perlu energi yang luar biasa," katanya dalam acara peringatan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan tingkat Provinsi Jateng di Temanggung.
Hingga bulan September 2025, data menunjukkan bahwa 284.867 ekor hewan ternak telah menerima vaksin PMK. Angka ini menjadi indikator awal keberhasilan program yang melibatkan ribuan petugas dan dukungan penuh dari Kementan.
Strategi Komprehensif: Kesehatan Hewan dan Teknologi Pembenihan
Selain program vaksinasi PMK, Pemprov Jateng juga menerapkan strategi komprehensif untuk menunjang target swasembada pangan dari sektor peternakan. Menjaga kesehatan hewan secara menyeluruh menjadi pilar utama dalam upaya peningkatan produksi dan kualitas ternak di Jawa Tengah.
Pemanfaatan teknologi pembenihan juga menjadi fokus penting untuk menghasilkan hewan ternak berkualitas unggul. Jawa Tengah telah memiliki Balai Inseminasi Buatan (BIB) yang berfungsi sebagai pusat penyimpanan benih (sperma) dari pejantan unggulan yang dibekukan. Teknologi reproduksi ini memungkinkan inseminasi buatan pada hewan ternak betina, mempercepat peningkatan kualitas genetik.
Contoh bibit ternak unggulan yang dikembangkan di Jateng antara lain kambing Kaligesing dari Purworejo dan domba Batur dari Banjarnegara. Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam sektor peternakan. "Kita ingin berswasembada pangan, apalagi Jawa Tengah ini sebagai penumpu pangan nasional. Selain pertanian, peternakan juga perlu lebih diupayakan lagi, karena untuk menunjang kebutuhan protein," ujarnya.
Kontribusi Jawa Tengah Terhadap Peternakan Nasional
Sektor peternakan di Jawa Tengah memiliki peran vital dalam penyediaan protein hewani secara nasional. Data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jateng menunjukkan populasi ternak yang signifikan di provinsi ini, menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung ternak nasional.
- Sapi Potong: 1.368.913 ekor (11,21% dari total nasional)
- Sapi Perah: 84.240 ekor (16,30% dari total nasional)
- Kambing: 3.499.543 ekor (22,35% dari total nasional)
- Domba: 1.262.120 ekor (17,95% dari total nasional)
- Ayam Kampung: 23.988.695 ekor (16,63% dari total nasional)
Kontribusi Jawa Tengah tidak hanya pada populasi, tetapi juga pada produksi hasil ternak. Pada tahun 2024, produksi daging Jawa Tengah mencapai 930 ribu ton (18,83% dari total nasional), produksi susu sebesar 76 ribu ton (9,4% dari total nasional), dan produksi telur sebesar 902 ribu ton (13,1% dari total nasional). Angka-angka ini menunjukkan peran strategis Jawa Tengah dalam menjaga ketahanan pangan dan protein hewani di Indonesia.
Sumber: AntaraNews