Fakta Unik: Mengapa Siswa Pulang Lebih Awal di Banjarmasin? Antisipasi Demo Besar
Wali Kota Banjarmasin instruksikan siswa pulang lebih awal untuk antisipasi demo besar. Ketahui alasan di balik kebijakan ini dan imbauan keamanan bagi warga Banjarmasin.
Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, M. Yamin, mengambil langkah antisipatif terkait rencana demonstrasi besar di kota tersebut. Pada Minggu (31/8), ia meminta seluruh satuan pendidikan mulai dari tingkat TK/PAUD, SD, hingga SMP untuk mempersingkat waktu pembelajaran. Kebijakan ini bertujuan agar peserta didik dapat dipulangkan lebih awal demi keamanan mereka.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap rencana unjuk rasa yang akan digelar pada Senin (1/9). Yamin menekankan pentingnya keselamatan anak-anak dan mengimbau para orang tua untuk menjaga anak-anaknya agar tidak keluar rumah selama demonstrasi berlangsung. Hal ini untuk menghindari potensi hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia juga menegaskan agar para siswa langsung pulang ke rumah seusai sekolah dan tidak mendekati kawasan yang menjadi titik aksi demo. Kawasan yang diwaspadai terutama di Jalan Lambung Mangkurat, lokasi Kantor DPRD Kalimantan Selatan dan DPRD Kota Banjarmasin, yang menjadi pusat massa aksi. Pemerintah kota berupaya memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Imbauan Keamanan dan Pembatasan Aktivitas Warga
Selain siswa, masyarakat umum juga diminta untuk membatasi aktivitas di luar rumah bila tidak diperlukan. Wali Kota Yamin menyarankan agar warga menghindari jalur lalu lintas yang mengarah ke kawasan aksi, terutama di sekitar gedung DPRD. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga kondusifitas kota selama demonstrasi.
Pemerintah Kota Banjarmasin berharap semua pihak dapat bekerja sama dalam menjaga keamanan. Dengan membatasi pergerakan di area demo, risiko terjadinya insiden yang tidak diinginkan dapat diminimalisir. Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam menghadapi situasi ini.
Yamin juga mengimbau agar tidak ada provokasi ataupun tindakan anarkis yang dapat merusak fasilitas publik. Ia berharap semua berjalan baik, kota tetap aman, damai, dan tentram. Hal ini penting agar kegiatan masyarakat dan ekonomi di Banjarmasin tidak terganggu oleh adanya aksi unjuk rasa.
Aksi Aliansi Kalsel Melawan dan Sikap Pemkot
Aliansi Kalsel Melawan telah memastikan akan menggelar aksi besar-besaran dengan pusat massa di Gedung DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin. Demonstrasi ini dijadwalkan pada Senin (1/9) dan diperkirakan akan menarik banyak peserta. Berbagai tuntutan telah dirumuskan oleh aliansi ini.
Sejumlah tuntutan yang akan disuarakan meliputi kasus yang menimpa ojek daring di Jakarta, mendesak pembatalan kebijakan pembentukan Taman Nasional Meratus yang dinilai merugikan masyarakat adat, hingga menuntut reformasi DPR dan Polri. Tuntutan ini mencerminkan berbagai isu nasional dan lokal yang menjadi perhatian publik.
Terkait aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin, Wali Kota Yamin menegaskan tidak ada penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH). Aktivitas perkantoran tetap berlangsung normal seperti biasa. Yamin meyakini pelaksanaan unjuk rasa akan berjalan aman, damai, tertib, dan kondusif, berbeda dengan kondisi di beberapa daerah lain.
Ia menambahkan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan ditampung sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah kota untuk mendengarkan suara rakyat. Diharapkan tidak ada tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum dan fasilitas kota.
Sumber: AntaraNews