Fakta Unik: 1.065 Calon Wisudawan UT Surabaya Dibekali Literasi Data untuk Era Digital
Universitas Terbuka (UT) Surabaya membekali 1.065 calon wisudawan dengan seminar literasi data, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dan peluang karier di era digital. Simak strategi praktisnya!
Universitas Terbuka (UT) Surabaya menyelenggarakan seminar nasional bertema literasi data bagi 1.065 calon wisudawan periode 2025/2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan serta peluang karier di era digital yang terus berkembang pesat.
Seminar yang digelar pada 18 Oktober ini merupakan bagian dari rangkaian acara wisuda UT Surabaya periode 2025/2026 Ganjil yang akan dilaksanakan pada 19 Oktober. Acara penting ini bertempat di Airlangga Convention Centre, Kampus C Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur.
Dr. Suparti, Direktur UT Surabaya, menjelaskan bahwa seminar ini diselenggarakan untuk membekali para alumni dengan pengetahuan tambahan sebelum kembali ke masyarakat. Bekal ini diharapkan dapat membantu mereka beradaptasi dan berkontribusi secara optimal di tengah perubahan zaman.
Pentingnya Literasi Data di Era Digital
Seminar nasional UT Surabaya mengusung tema krusial, yaitu “Literasi Data: Tantangan dan Peluang Lulusan UT Surabaya di Era Digital”. Tema ini dipilih untuk menyoroti urgensi penguasaan literasi data sebagai kompetensi dasar bagi lulusan perguruan tinggi di masa kini.
Dua narasumber ahli dihadirkan untuk memberikan wawasan mendalam. Dr. Agus Budhi Santosa, S.Si., M.T., Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, membawakan topik “Peluang Emas di Era Digital: Tren Karier Masa Depan Menurut Data Statistik Jawa Timur”. Materi ini membuka pandangan tentang potensi karier yang dapat dimanfaatkan dengan pemahaman data.
Narasumber kedua adalah Dr. Pismia Sylvi, S.Si., M.Si., Manajer Pembelajaran dan Ujian UT Surabaya, yang membahas topik “Dari Tantangan Menjadi Peluang: Strategi Praktis Lulusan UT Menguasai Literasi Data”. Materi ini fokus pada cara lulusan UT dapat mengubah tantangan literasi data menjadi keunggulan kompetitif.
Menurut Dr. Suparti, pengemasan seminar yang disatukan dengan kegiatan wisuda dimaksudkan untuk memperkuat semangat lulusan agar tangguh menghadapi perubahan zaman. “Hal ini sejalan dengan kebijakan UT sebagai Making Higher Education Open to All dan mendukung program Kampus Berdampak yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,” ujarnya.
Strategi UT Surabaya Mempersiapkan Lulusan Unggul
Selain seminar literasi data, UT Surabaya juga menunjukkan komitmennya dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Salah satu inisiatif penting adalah penyelenggaraan Career Fair 2025.
Kegiatan Career Fair ini akan berlangsung pada 7–8 Agustus 2025 di Kampus UT Surabaya, berfungsi sebagai wadah pertemuan produktif antara mahasiswa, alumni, dan berbagai industri. “Melalui Career Fair, mahasiswa dan alumni UT mendapatkan akses luas terhadap berbagai peluang karier serta ruang temu produktif dengan dunia usaha dan industri,” kata Dr. Suparti.
Dari sisi akademik, Universitas Terbuka terus melakukan transformasi kurikulum agar adaptif terhadap perubahan zaman. Transformasi ini memiliki tiga pilar utama yang menjadi fokus pengembangan lulusan:
- Penguasaan bahasa asing (mahasiswa wajib memilih satu dari lima bahasa: Inggris, Mandarin, Korea, Jerman, atau Arab).
- Pembelajaran lintas bidang (mahasiswa diberi kesempatan mengambil mata kuliah di perguruan tinggi lain, baik dalam maupun luar negeri).
- Penguatan kompetensi dengan sertifikasi profesional.
“Mahasiswa juga akan dibekali sertifikasi kompetensi tertentu agar siap memasuki dunia kerja. Ini menjadi bagian dari sinergi kampus dengan institusi, dunia usaha, dan industri,” tambah Dr. Suparti. Langkah ini dirancang untuk memastikan lulusan memiliki keterampilan yang relevan dan diakui oleh pasar kerja.
Menjawab Tantangan dan Mengurangi Mismatch Keterampilan
Langkah-langkah strategis yang diambil UT Surabaya diharapkan dapat menjawab tantangan rendahnya literasi digital di Indonesia. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk mengurangi fenomena mismatch keterampilan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan pasar kerja yang sering terjadi.
Sebagai pionir cyber university dan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), UT Surabaya bertekad menyiapkan lulusan yang memiliki kemampuan belajar mandiri. Mereka juga didorong untuk mewujudkan lifelong education serta adaptif menghadapi era digital yang dinamis.
Dengan bekal literasi data yang kuat dan jaringan kolaborasi yang luas, Dr. Suparti optimistis bahwa para lulusan UT Surabaya akan mampu memanfaatkan peluang emas. Mereka diharapkan dapat sukses dalam tren karier masa kini dan masa depan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri.
Sumber: AntaraNews