LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. NASIONAL

Fakta Mencengangkan Gerhana Bulan Total 'Blood Moon' 7 September 2025: Amankah Dilihat?

Penampakan bulan yang berubah menjadi merah darah ini akan menjadi tontonan menarik bagi para pengamat langit di seluruh penjuru negeri.

Minggu, 07 Sep 2025 20:33:00
gerhana bulan
Fakta Mencengangkan Gerhana Bulan Total 'Blood Moon' 7 September 2025: Amankah Dilihat? (merdeka.com)
Advertisement

Fenomena astronomi yang memukau, Gerhana Bulan Total atau yang dikenal dengan sebutan 'Blood Moon' bakal menghiasi langit Indonesia. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengonfirmasi bahwa masyarakat dapat menyaksikan peristiwa langka ini pada 7 September 2025.

Penampakan bulan yang berubah menjadi merah darah ini akan menjadi tontonan menarik bagi para pengamat langit di seluruh penjuru negeri.

Peristiwa Gerhana Bulan Total ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 23.27 WIB pada 7 September hingga pukul 02.56 WIB pada 8 September 2025. Seluruh wilayah di Indonesia berkesempatan untuk mengamati fenomena alam yang menakjubkan ini. Kehadiran 'Blood Moon' selalu menarik perhatian karena warnanya yang unik dan proses terjadinya yang jarang.

Menurut Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika dari Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, gerhana ini dapat diamati dengan mata telanjang. Berbeda dengan gerhana Matahari, fenomena gerhana bulan sepenuhnya aman untuk dilihat langsung tanpa risiko kerusakan mata. Ini memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk menyaksikan keindahan langit malam.

Advertisement

Misteri Warna Merah 'Bulan Darah' Saat Gerhana

Salah satu aspek paling menarik dari gerhana bulan total adalah perubahan warna bulan menjadi merah. Fenomena ini dikenal sebagai 'Bulan Darah' dan seringkali menimbulkan kekaguman. Warna merah atau oranye ini disebabkan oleh hamburan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.

Selama gerhana bulan total, Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi jatuh ke Bulan. Cahaya biru dari Matahari tersebar lebih banyak di atmosfer Bumi, menyisakan cahaya merah yang kemudian membias dan mencapai permukaan Bulan. Ini menciptakan efek visual yang menakjubkan, mengubah Bulan menjadi tampak seperti darah.

Advertisement

Kondisi ini menyebabkan bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi, sehingga cahaya matahari tidak dapat langsung mencapai permukaannya. Proses fisika atmosfer inilah yang bertanggung jawab atas rona merah yang terlihat, bukan karena adanya zat lain di Bulan.

Jadwal Lengkap dan Cara Pengamatan Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan Total pada 7-8 September 2025 ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. Untuk memastikan Anda tidak melewatkan momen penting ini, BRIN telah merilis rincian waktu terjadinya setiap fase gerhana. Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri untuk menyaksikan fenomena langka ini secara langsung.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah merinci jadwal lengkap fenomena ini. Gerhana akan dimulai pada 7 September pukul 23.26 WITA, mencapai puncaknya pada 8 September pukul 02.11 WITA, dan diperkirakan berakhir pada 8 September pukul 04.56 WITA. Durasi yang panjang ini memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk mengamati peristiwa langka tersebut.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Denpasar, Rully Oktavia Hermawan, menyatakan, "Gerhana diperkirakan terjadi mulai Minggu 7 September pukul 23.26 WITA." Pernyataan ini menegaskan jadwal yang telah diumumkan, memberikan kepastian bagi para pengamat.

Berikut adalah rincian jadwal Gerhana Bulan Total yang akan terjadi berdasarkan zona waktu Indonesia:

  1. WIB: Awal gerhana sebagian pukul 23.27 WIB (7 September), awal gerhana total pukul 00.31 WIB (8 September), akhir gerhana total pukul 01.53 WIB (8 September), akhir gerhana sebagian pukul 02.56 WIB (8 September).
  2. WITA: Mulai pukul 23.26 WITA (7 September), puncak pukul 02.11 WITA (8 September), berakhir pukul 04.56 WITA (8 September).
  3. WIT: Fase gerhana terjadi antara pukul 00.26 WIT (8 September) hingga 05.56 WIT (8 September).

Pengamatan Gerhana Bulan Total ini sangat mudah dilakukan. Berbeda dengan gerhana Matahari yang memerlukan perlindungan mata khusus, gerhana bulan sepenuhnya aman untuk dilihat langsung dengan mata telanjang, teropong, atau teleskop tanpa risiko kerusakan mata. Ini adalah kesempatan emas bagi siapa saja untuk menikmati keindahan alam semesta.

Fakta Menarik Seputar Gerhana Bulan

Gerhana bulan adalah peristiwa langit yang selalu menarik perhatian, namun ada beberapa fakta menarik yang perlu diketahui. Pertama, gerhana bulan hanya dapat terjadi saat bulan purnama, ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan. Ini memastikan bayangan Bumi dapat jatuh ke permukaan Bulan.

Meskipun demikian, tidak setiap bulan purnama menghasilkan gerhana. Hal ini karena orbit Bulan mengelilingi Bumi sedikit miring, sekitar 5 derajat, relatif terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari. Akibatnya, Bulan biasanya melewati di atas atau di bawah bayangan Bumi, sehingga gerhana tidak terjadi setiap bulan.

Ada tiga jenis utama gerhana bulan: gerhana bulan total, gerhana bulan parsial, dan gerhana bulan penumbra. Gerhana bulan total terjadi ketika seluruh Bulan masuk ke umbra Bumi. Gerhana parsial terjadi ketika hanya sebagian Bulan masuk ke umbra. Sementara itu, gerhana bulan penumbra terjadi ketika Bulan hanya melewati penumbra Bumi, bayangan terluar yang lebih redup.

Advertisement

Berbeda dengan gerhana Matahari yang hanya terlihat dari jalur sempit di Bumi, gerhana bulan dapat dilihat dari mana saja di sisi malam Bumi di mana Bulan berada di atas cakrawala. Durasi fase total gerhana bulan juga bisa cukup lama, terkadang lebih dari satu jam, karena ukuran bayangan umbra Bumi yang relatif besar dibandingkan dengan Bulan. Ini memungkinkan pengamat memiliki waktu yang cukup untuk menikmati fenomena langka ini.

Berita Terbaru
  • Aksi Lingkungan Pramuka Banten: Tanam 350 Pohon dan Susur Sungai Cibanten Jaga Kelestarian
  • Komnas HAM Tegaskan Serangan Terhadap Warga Sipil di Puncak Merupakan Pelanggaran HAM Berat
  • Kementerian PU Tuntaskan Penanganan Darurat Infrastruktur Sanitasi Sumatera Pascabencana
  • BMKG Imbau Warga Papua Pegunungan Waspadai El Nino dan Kemarau Mei 2026
  • Pembangunan 24 Dapur SPPG Papua Barat Masuki Tahap Krusial Aprasial
  • berita paham
  • blood moon
  • gerhana bulan
  • konten ai
  • nais
Artikel ini ditulis oleh
Editor Idris Rusadi Putra
I
Reporter Idris Rusadi Putra
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.