Fakta Baru Bus ALS Terbakar: Kerap Ambil Penumpang di Jalan bikin Data Manifes Tak Akurat
Beredar kabar bus itu hanya mengangkut lima penumpang resmi, sementara saat kejadian terdapat 18 orang, terdiri dari 14 penumpang dan 4 kru bus.
Polda Sumatera Selatan terus melakukan pendalaman terkait jumlah penumpang bus ALS yang kecelakaan hingga terbakar dengan truk tangki di Musi Rawas Utara, Rabu (6/5). Pasalnya, manifes yang diterima masih simpang siur.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan manifes akurat penumpang bus ALS yang nahas. Beredar kabar bus itu hanya mengangkut lima penumpang resmi, sementara saat kejadian terdapat 18 orang, terdiri dari 14 penumpang dan 4 kru bus.
"Belum pasti jumlah manifesnya, kita masih dalami," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Jumat (8/5).
Dugaan sementara, bus ALS itu mengambil penumpang di jalan tanpa mengantongi tiket resmi atau penumpang gelap. Penyidik masih melakukan pendataan dengan meminta keterangan manajemen PO bus ALS.
"Dugaan kuat bus ini mengambil penumpang di jalan," kata Nandang.
Kondisi ini menyulitkan pendataan awal identitas para korban meninggal dunia. Tim DVI baru menerima sebelas sampel keluarga dan lima keluarganya masih ditunggu.
"Masyarakat yang merasa keluarganya menumpangi bus itu segera melapor dan selanjutnya pengambelan sampel," kata Nandang.
Plh Kabid Dokkes Polda Sumsel AKBP Andrianto mengatakan, daftar nama-nama korban meninggal yang sempat diumumkan bukan berdasarkan hasil identifikasi forensik terhadap jenazah, melainkan data yang didapat dari berbagai sumber, termasuk informasi keluarga.
Sampel DNA
Tim DVI belum dapat mengidentifikasi setiap korban karena sampel DNA masih dikirim ke Pusdokkes Polri dan hasilnya menunggu beberapa hari ke depan.
"Kita lakukan identifikasi mulai dari pendataan berdasarkan data keluarga, identifikasi ciri-ciri fisik dan dicocokkan dengan data dari keluarga. Kalau ada kecocokan, tahapan selanjutnya rekonsiliasi atau penggabungan pemeriksaan," kata Andrianto.
Jenazah Diserahkan ke Ahli Waris
Meski ada kecocokan, kata Andrianto, jenazah tidak serta merta bisa dibawa keluarga. Proses selanjutnya diterbitkan pernyataan dan menunggu petunjuk pimpinan agar dipastikan hasil identifikasi akurat.
"Tidak bisa (jenazah) langsung dibawa, harus lewati banyak proses agar jenazah benar-benar diserahkan sesuai ahli waris," kata Andrianto.