ESDM: Kegempaan Gunung Awu Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal, Status Siaga Berlanjut
Kementerian ESDM melaporkan **kegempaan Gunung Awu** pada akhir Juni 2026 didominasi gempa vulkanik dangkal, namun gempa vulkanik dalam meningkat. Status Gunung Awu tetap Siaga.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa **kegempaan Gunung Awu** didominasi oleh gempa vulkanik dangkal pada periode 23-30 Juni 2026. Data ini menunjukkan dinamika aktivitas magmatik yang masih perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan laporan ini dari Manado pada Minggu, 5 Juli. Pengamatan visual tidak menunjukkan perubahan signifikan pada kawah gunung sejak awal Juli 2024.
Meskipun gempa vulkanik dangkal mengalami penurunan, peningkatan gempa vulkanik dalam dan tingginya gempa tektonik jauh mengindikasikan suplai magma terus berlanjut. Kondisi ini menjadi dasar penetapan status Level III (Siaga) untuk Gunung Awu.
Dinamika Kegempaan Gunung Awu Periode Akhir Juni
Pada periode 23-30 Juni 2026, tercatat sebanyak 132 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dengan rata-rata 16 kejadian per hari. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 18 kejadian per hari.
Namun, gempa vulkanik dalam (VA) mengalami peningkatan dengan terekam 16 kali kejadian, berbeda dari periode sebelumnya. Selain itu, satu kali gempa tektonik lokal dan 489 kali gempa tektonik jauh (TJ) juga teramati, di mana gempa tektonik jauh masih tinggi pasca Gempa bumi Mindanao, Filipina pada 8 Juni 2026.
Dari sisi visual, kawah Gunung Awu tidak menunjukkan perubahan signifikan sejak awal bulan Juli 2024. Embusan asap kawah juga tidak teramati dari Pos PGA Gunung Awu, mengindikasikan aktivitas embusan asap masih berkisar di dalam kawah tanpa peningkatan yang berarti.
Peningkatan suplai magma dari dalam masih terindikasi, menunjukkan bahwa dinamika aktivitas magmatik Gunung Awu terus berlanjut. Akumulasi tekanan pada kedalaman dangkal serta tingginya aktivitas gempa tektonik di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku masih perlu diwaspadai.
Potensi Bahaya dan Status Siaga Gunung Awu
Tingkat aktivitas Gunung Awu saat ini masih ditetapkan pada Level III (Siaga). Penetapan status ini berdasarkan analisis data kegempaan dan pengamatan visual yang menunjukkan potensi ancaman.
Potensi bahaya yang mungkin terjadi meliputi erupsi magmatik eksplosif yang dapat menghasilkan lontaran material pijar dan/atau aliran piroklastik. Selain itu, erupsi magmatik efusif yang menghasilkan aliran lava, maupun erupsi freatik yang didominasi uap, gas gunung api, atau material erupsi sebelumnya, juga perlu diwaspadai.
Pembongkaran kubah lava dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan. Bahaya lain yang mengancam adalah hembusan gas vulkanik yang berpotensi membahayakan jiwa apabila konsentrasinya melebihi nilai ambang batas aman.
Imbauan dan Rekomendasi Keselamatan Masyarakat
Masyarakat dan pengunjung/wisatawan diharapkan untuk tidak memasuki dan tidak beraktivitas di dalam wilayah radius empat kilometer dari pusat kawah Gunung Awu. Pembatasan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dari potensi bahaya erupsi.
Masyarakat juga diimbau untuk mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Penting untuk tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab mengenai aktivitas Gunung Awu.
Selanjutnya, diharapkan mengikuti arahan dari instansi yang berwenang, yakni Badan Geologi. Badan Geologi akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB, BMKG, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya untuk penanganan aktivitas gunung api.
Sumber: AntaraNews