Dukcapil DKI: Petugas Tak Pernah Telepon Warga, Hati-hati Penipuan Aktivasi IKD!
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta menegaskan petugas tidak pernah menghubungi warga untuk aktivasi IKD. Waspada modus penipuan yang mengatasnamakan Dukcapil demi data pribadi Anda!
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menegaskan bahwa tidak ada petugas yang menghubungi warga secara langsung untuk aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Penegasan ini disampaikan menyusul banyaknya laporan mengenai upaya penipuan yang mengatasnamakan Dukcapil.
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku petugas Dukcapil dan meminta aktivasi IKD atau layanan lainnya. Modus penipuan ini kerap menggunakan telepon, pesan singkat, atau bahkan panggilan video untuk menjerat korban.
Oknum penipu tersebut berupaya mendapatkan data identitas diri, kode OTP, atau mengarahkan warga untuk mengklik tautan palsu yang berpotensi membahayakan. Oleh karena itu, kewaspadaan tinggi diperlukan untuk melindungi data pribadi dari penyalahgunaan.
Modus Penipuan yang Mengintai Warga Jakarta
Denny Wahyu Haryanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima cukup banyak laporan dari warga DKI Jakarta terkait modus penipuan ini. Pelaku seringkali menghubungi warga menggunakan nomor pribadi, namun dengan foto profil yang meyakinkan.
Foto profil tersebut biasanya menampilkan identitas sebagai petugas Dukcapil atau menggunakan logo instansi agar terlihat resmi. “Misalnya menggunakan logo Dirjen Dukcapil atau Dinas Dukcapil, padahal itu hanya logo-logo yang mungkin diambil dari berbagai sumber,” kata Denny.
Modus lain yang digunakan adalah melakukan panggilan video (video call) namun dengan kamera yang sengaja dimatikan. Pelaku mencoba meyakinkan korban melalui suara saja, sementara identitas mereka tetap tersembunyi untuk menghindari pelacakan.
Bahaya dan Taktik Oknum Penipu IKD
Penipu aktivasi IKD ini biasanya meminta data pribadi warga secara detail, termasuk kode OTP yang sangat sensitif. Selain itu, mereka juga sering mengirimkan tautan tidak resmi yang bukan merupakan domain pemerintah (.go.id).
“Biasanya (memberikan) ‘link’ yang terdapat apk yang berbahaya. Jadi jangan sembarangan mengklik link yang diberikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” jelas Denny. Tautan semacam itu berpotensi menginstal aplikasi berbahaya atau mencuri data pribadi.
Modus penipuan lainnya adalah penyebaran surat undangan palsu melalui aplikasi WhatsApp. Surat ini didesain menyerupai surat resmi, bahkan dilengkapi dengan stempel palsu, untuk mengelabui korban. Padahal, undangan resmi Dukcapil tidak pernah disebarkan melalui pesan pribadi atau WhatsApp.
Tips Menghindari Penipuan Aktivasi IKD
Untuk melindungi diri dari penipuan aktivasi IKD, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya pada pihak yang tidak dikenal. Penting untuk diingat bahwa petugas Dukcapil tidak pernah menghubungi warga secara personal untuk meminta aktivasi IKD.
Jika menerima telepon, chat, atau pesan yang mencurigakan, jangan pernah memberikan data pribadi, kode OTP, atau mengklik tautan yang dikirimkan. Selalu verifikasi informasi melalui saluran resmi Dukcapil, seperti situs web resmi atau kantor layanan terdekat.
Masyarakat juga disarankan untuk tidak tergiur dengan tawaran bantuan aktivasi IKD dari pihak ketiga yang tidak berwenang. Aktivasi IKD hanya dapat dilakukan melalui prosedur resmi yang ditetapkan oleh Dukcapil.
Sumber: AntaraNews