LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Duka pengungsi Gunung Agung

Duka pengungsi di balik erupsi Gunung Agung. Kendati aktivitas Gunung Agung meningkat namun tak mengganggu wisata di wilayah tersebut.

2017-09-28 06:04:00
Gunung Agung
Advertisement

Para warga berbondong-bondong mengungsi sejak Gunung Agung ditetapkan berstatus awas, Selasa (26/9). Warga yang mengungsi hingga kemarin siang tercatat mencapai 82.825 jiwa.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mendengar kabar banyak warga Bali yang mengungsi ke luar Pulau Dewata.
Hanya saja Willem belum mendapat laporan pasti daerah di luar Bali yang jadi lokasi pengungsian.

Selain itu, banyak warga Karangasem yang merantau ke Pulau Lombok, NTB. Kemungkinan, ada di antara pengungsi yang mencari lokasi aman di daerah tersebut.

"Informasinya seperti itu. Ada warga Karangasem yang sudah mulai mengungsi di luar Bali," ungkap Willem di Karangasem, Bali, Rabu (27/9).

Dia melanjutkan, jumlah pengungsi Gunung Agung di Karangasem terus bertambah. Jumlah tersebut masih dimungkinkan bertambah mengingat banyak warga yang tinggal di rumah kerabatnya namun tidak melaporkan diri ke posko pengungsian.

Membludaknya pengungsi diperkirakannya karena banyak warga yang sesungguhnya masuk zona aman, namun ikut mengungsi dengan alasan keamanan. Tapi ada juga warga yang sebenarnya masuk zona rawan di radius 12 kilometer justru tidak mau meninggalkan rumah lantaran belum melihat gunung meletus atau adanya hujan abu.

"Begini pada waktu pernyataan awas itu masyarakat saya lihat dan saya amati, ada yang tinggal di daerah tidak harus dievakuasi, mereka ikut dievakuasi," kata Willem.

Ribuan pengungsi ditempatkan di sejumlah pos pengungsian seperti di wilayah Kabupaten Klungkung. Satu orang pengungsi dinyatakan meninggal dunia di RSUD Klungkung.

Informasi diperoleh, pengungsi yang meninggal atas nama I Nengah Arianta (90) asal desa Pring Sari kesamatan Selat, Karangasem. Dia mengungsi di Posko GOR Suweca Pura Klungkung.

Jumlah pengungsi di posko ini tercatat ada 20.191 jiwa dari 4.458 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut sebanyak 5.321 dalam kondisi sakit dan sudah 142 masuk IRD serta 59 orang harus rawat inap.

Malam harinya kabar duka kembali menyelimuti posko ini. Seorang pengungsi asal kota Amlapura, Karangasem meninggal dunia setelah mendapat perawatan selama dua hari di rumah sakit daerah di Klungkung.

"Satu lagi pengungsi di posko kita ini (GOR Swecapura) meninggal. Dia masuk rumah sakit sejak sabtu malam kemarin," ucap salah seorang petugas, Selasa (26/9) malam.

Pengungsi yang meninggal ini bernama Ni Komang Ringih. Nenek asal kota Amlapura ini meninggal di usianya ke 92 tahun.

Sama halnya dengan pengungsi sebelumnya yang dikabarkan meninggal. Pihak keluarga almarhum menitipkan sementara di kamar jenazah. Karena untuk menggelar upacara dipastikan tidak mungkin mengingat masih dalam kondisi di pengungsian.

Namun jika Gunung Agung meletus, pihak keluarga belum bisa memikirkan proses kelanjutan dari jenazah Rungih nantinya. Dirut RSUD Klungkung dokter Kusuma membenarkan bahwa dua pasien yang merupakan pengungsi asal Karangasem dalam keadaan sudah meninggal di rumah sakit.

Aktivis Gunung Agung sendiri makin meningkat semenjak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM meningkatkan status menjadi awas. Bahkan gunung tertinggi di Bali itu sempat mengeluarkan semburan uap air atau asap putih setinggi 200 meter yang menandakan pemanasan air di bawah dengan magma makin meningkat.

"Dengan keluarnya uap air itu menandakan indikasi magma sudah makin ke atas untuk mendobrak katup penutup kepundan serta jumlah kegempaan makin banyak dan kuat," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM Gede Suantika.

Hasil pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM menunjukkan bahwa telah intensitas kegempaan yang makin meningkat. jumlah kegempaan vulkanik dangkal seperti pada Minggu (20/9) meningkat dibandingkan dengan saat Sabtu (19/9).

Demikian pula kegempaan di kawah makin meningkat. Namun gempa vulkanik dalam agak menurun dibandingkan dengan dua hari lalu. Tetapi yang meningkat itu vulkanik dangkal. Bahkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Agung, pada Senin (25/9) periode pengamatan pukul 24.00 hingga 06.00 WITA, menunjukkan kegempaan vulkanik dangkal jumlahnya 102 kali, amplitudo 2-4 mm, dan durasi 10-15 detik.

Sedangkan gempa vulkanik dalam jumlahnya 125 kali, amplitudo 4-8 mm, S-P: 1.5-2.5 detik, durasi 15-30 detik. Begitu juga gempa tektonik lokal jumlahnya 14 kali, amplitudo 6-8 mm, S-P: 5-7 detik, durasi 30-60 detik.

Begitu juga kondisi cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 22-23 derajat Celcius dan kelembaban udara 87-88 persen. Volume curah hujan sembilan milimeter per hari.

Sejak peningkatan status Gunung Agung dari Siaga menjadi awas, maka wilayah steril yang semula radius enam kilometer dari puncak gunung itu diperluas menjadi sembilan kilometer, serta ditambah perluasan wilayah sektoral yang semula 7,5 kilometer menjadi 12 kilometer ke arah utara, timur laut, tenggara dan selatan-barat daya sehingga masyarakat telah menjauh mencari tempat yang aman.

Kendati aktivitas Gunung Agung meningkat namun tak mengganggu wisata di wilayah tersebut. Walau berjarak sekitar 75 kilometer dari pusat gunung berapi, para wisatawan asing di Kuta, Denpasar terlihat masih banyak berseliweran di pantai.

Baca juga:
Gunung Agung awas, festival Nusa Penida di Klungkung terancam batal
Di tengah ancaman letusan Gunung Agung, bule-bule masih betah di Bali
Gempa Gunung Agung terus meningkat, dalam 4 jam ada 27 kali
Antisipasi erupsi Gunung Agung, Kemenhub siapkan 10 bandara
Bantu korban erupsi Gunung Agung, Pemprov Bali bisa gunakan dana tidak terduga
Pemerintah kirim bantuan air bersih ke korban erupsi Gunung Agung
Aktivitas meningkat, Gunung Agung mengeluarkan asap putih

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.