Duka menyelimuti keluarga Iti, korban crane jatuh di Masjidil Haram
Adapun suaminya, Duskarno, dalam keadaan sehat. Sebab Duskarno saat kejadian sedang berada di peristirahatan.
Kepala Daerah Kerja Mekkah Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) menyebut korban peristiwa jatuhnya crane hingga Sabtu (12/9) siang mencapai 33 orang. Dua di antaranya meninggal dunia.
Salah satu korban meninggal dunia yakni Iti Rasti binti Darmini yang tercatat sebagai warga Jalan Nyampay No 45 RT 002/010, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Duka menyelimuti keluarga korban.
"Iya Ibu Iti Rasti betul warga sini. Sudah menetap di sini sejak tahun 1985. Berangkatnya sama suami Bapak Duskarno akhir Agustus kemarin," kata menantu Iti, Santi Widaningsih (25) di rumah duka, Sabtu (12/9).
Suasana haru menyelimuti rumah duka yang ada di kawasan Utara Bandung tersebut. Keluarga dan tetangga berdatangan ke rumah duka usai mengetahui salah satu korban jatuhnya crane berasal dari Lembang Bandung.
Dia diberi kabar pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Toyibah Langensari pukul 06.00 WIB tadi. Dikabarkan bahwa Iti turut serta dalam kegiatan tawaf.
"Saya diberi kabar dari KBIH tadi pagi. Ternyata ada ibu mertua saya yang terkena musibah," jelasnya.
Adapun Duskarno dalam keadaan sehat. Sebab Duskarno saat kejadian sedang berada di peristirahatan.
Baca juga:
Suami ikhlas korban musibah crane dimakamkan di Mekkah
Mengenal ragam teknologi crane untuk konstruksi bangunan raksasa
Sebelum crane patah, Masjidil Haram disambar kilat
Jamaah asal Sumut yang wafat pada musibah crane bertambah
Kemlu pastikan korban di Masjidil Haram cepat mendapat bantuan