Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebelum crane patah, Masjidil Haram disambar kilat

Sebelum crane patah, Masjidil Haram disambar kilat Kilat sambar Masjidil Haram. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah kilat besar tertangkap kamera sebelum insiden besar yang menewaskan ratusan jiwa di Masjidil Haram Mekkah kemarin, Jumat (11/9). Crane atau konstruksi derek yang menimpa Masjidil Haram terjadi menjelang magrib.

Foto kilatan sambar itu kemudian menjadi viral di sosial media. Semua orang dibelahan dunia turut prihatin akan insiden yang memakan banyak korban ini.

Salah satu saksi mata mengatakan, orang-orang tengah bersiap melakukan salat magrib.

"Kami baru selesai mengambil wudhu (pembersihan diri sebelum salat) dan insiden itu terjadi menimpa orang yang hendak melaksanakan salat magrib," ujar seorang reporter CNN yang kebetulan tengah menjalankan ibadah haji, Yahya Al Hashemi.

Dia sempat merekam ketika kilat menyambar Masjidil Haram.

"Saya melihat kilat, sepertinya berasal dari badai pasir yang bercampur dengan hujan badai. Banyak konstruksi yang beterbangan akibat badai tersebut. Semua orang berhamburan menyelamatkan diri ketika crane itu jatuh," tukas Yahya.

Sejak pukul empat waktu setempat, wilayah Makkah memang diguyur hujan disertai angin yang keras. Kilat menyambar di berbagai tempat. Temperatur cuaca di sana juga tiba-tiba menurun dari 42 derajat mencapai 25 derajat celsius, dan menyebabkan hujan es terjadi.

Hingga saat ini pemberitaan menyebutkan 107 orang tewas, di antaranya dari India sembilan orang, Pakistan 16 orang, Iran 15 orang, termasuk jamaah haji asal Indonesia dua orang yang juga tewas akibat insiden ini, seperti dilaporkan surat kabar Daily Mail.

Korban tewas asal Indonesia diketahui bernama Masnauli Sijuadil Hasibuan (54) dari Medan, dan Iti Rasti binti Darmini (57) dari Jawa Barat. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP