Duduk Perkara Polantas Pelambang Adang, Rampas Kunci & Tuding Sopir Mobil Boks Pisang Bawa Sabu versi Polisi
Kasatlantas AKBP Yenny Diarty menyebut tindakan anak buahnya memberhentikan paksa laju mobil boks sudah sesuai SOP.
Anggota Polantas Polrestabes Palembang menyetop dan menuding pengendara mobil boks pengangkut pisang membawa sabu. Kejadian itu viral di media sosial setelah sopir mobil boks mengunggah videonya ke media sosial.
Kasatlantas AKBP Yenny Diarty mengatakan, informasi meluruskan narasi yang beredar di media sosial. Dia pastikan tindakan anak buahnya menghentikan mobil boks nomor polisi BE 8091 NAA warna putih sesuai prosedur. Dia membantah anak buahnya memberhentikan paksa.
"Saya pastikan itu tidak benar, anggota kami sudah sesuai dengan SOP yang berlaku bahwa pengendara mobil box ini memang salah menggunakan nomor polisi atau pelat palsu dan tidak memakai safety bel. Makanya anggota memberhentikan pengendara," kata Kasatlantas Polrestabes Palembang AKBP Yenny Diarty, Kamis (6/2).
Yenny menjelaskan, peristiwa itu bermula saat anggota sedang patroli melihat mobil boks melintas tidak menggunakan nomor polisi atau pelat palsu dan tidak memakai safety bell. Lalu anggota langsung menyetopkan, tetapi pengendara tidak mengindahkan dan malah melaju kencang.
Anggota mengejar pengendara sampai ke depan pintu gerbang Tol Keramasan. Saat dihentikan, pengendara malah merekam dan tidak mengakui kesalahannya bahkan memviralkan video kejadian.
"Intinya pengendara salah dan tidak taat aturan," kata Yenny.
Video Viral
Diketahui, sebuah video seorang polisi menghentikan mobil pengangkut pisang viral di media sosial. Petugas menuding sopir membawa sabu.
Peristiwa itu terjadi di depan pintu gerbang Tol Keramasan Palembang. Video itu menjadi viral setelah diunggah di Youtube dan Instagram sejumlah akun publik.
Dalam video berdurasi tiga menit terekam polisi menggunakan sepeda motor mengejar pengendara dan meminta sopir menghentikan laju mobilnya. Lalu tepat di depan pintu tol, polisi menghadang dan berhasil menghentikannya.
Petugas tersebut lantas merampas kunci mobil. Hal itu membuat sopir tak terima dan menyebutnya arogan.
"Saya salah apa, jangan begitu. Bapak jangan merampas kontak. Salah saya apa, jangan kek gitu caranya komandan," ungkap pengemudi seperti dalam video yang dilihat merdeka.com, Kamis (6/2).
Saat bersamaan, terdengar tangisan dari anak sopir yang duduk di sampingnya. Lantas polisi itu menuding sopir berkendara mengganggu kelancaran lalu lintas.
"Gak gitu caranya ndan, Jangan arogan ndan, saya bawa pisang, surar-surat saya lengkap. Saya menabrak tidak, ini saya udah mau masuk tol dan," kata sopir.
Jawaban sopir membuat polisi emosi. Polisi itu pun menuding sopir membawa sabu.
"Kamu lari, surat-surat kamu mana karena kamu lari. Bawa sabu kamu ya bawa barang terlarang, turun kamu," kata si polisi.
Sopir kesal dituduh membawa sabu. Dia tak terima bahwa ia bekerja untuk mencari nafkah justru dituduh polisi membawa barang terlarang.
Dia pun turun dari kendaraannya mengikuti tantangan polisi untuk menunjukkan barang bawaannya di box bagian belakang mobil.
"Ini sudah pencemaran, saya sudah dituduh. Kalau saya gak bawa apa-apa. Bapak berarti salah, bapak nuduh saya membawa sabu. Saya bukan melawan bapak, saya punya hak. Saya punya hak, bapak menuduh saya membawa sabu," jawab sopir.
Usai korban membuka boks mobil, terpampang puluhan pisang yang dibawanya. Sopir lantas mempertanyakan tuduhan yang diberikan polisi tersebut. Dirinya masih tidak terima saat dikatakan membawa sabu di jalan.
"Sabu bukan ini, bapak menuduh saya membawa sabu. Periksa, periksalah pak. Saya punya hak, bukan masalah surat. Bapak menuduh saya membawa sabu," ungkap korban dengan nada tinggi.
Mendengar orang tuanya diintimidasi oleh polisi, sang anaknya yang ikut orang tuanya di dalam mobil menangis kencang. Dirinya ketakutan karena polisi terus mengintimidasi orang tuanya.
"Kasian anak saya, surat saya lengkap. Tapi bapak menuduh saya. Bapak menahan saya secara paksa, mengambil kontak secara paksa," kata dia.