LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dubes Indroyono Dorong Perluasan Kerja Sama Pendidikan Indonesia-AS Melalui Pertemuan Daring Siswa

Duta Besar Indroyono Soesilo mengusulkan perluasan kerja sama pendidikan Indonesia-AS melalui program pertemuan daring antarsiswa, memanfaatkan teknologi untuk memperkuat hubungan budaya sejak dini.

Sabtu, 06 Jun 2026 22:01:19
kerja sama pendidikan
Duta Besar Indroyono Soesilo mengusulkan perluasan kerja sama pendidikan Indonesia-AS melalui program pertemuan daring antarsiswa, memanfaatkan teknologi untuk memperkuat hubungan budaya sejak dini. (AntaraNews)
Advertisement

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menginisiasi gagasan penting untuk memperluas kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Usulan ini berfokus pada program pertemuan daring yang melibatkan siswa sejak usia dini.

Langkah ini bertujuan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai jembatan bagi siswa sekolah dasar di kedua negara agar dapat saling mengenal. Harapannya, program ini akan menumbuhkan pemahaman budaya dan membangun fondasi hubungan antarmasyarakat yang lebih kuat di masa depan.

Gagasan tersebut disampaikan di Jakarta, Sabtu (06/6), seiring dengan keberhasilan program Embassy Adoption Program (EAP) yang telah berjalan sukses. Program EAP ini telah memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada siswa di Washington D.C. melalui berbagai kegiatan edukatif dan budaya.

Peluang Teknologi untuk Pertukaran Budaya

Dubes Indroyono menekankan bahwa teknologi modern membuka peluang besar untuk pertukaran budaya yang lebih intensif antara generasi muda Indonesia dan Amerika Serikat. Ia membayangkan sebuah platform di mana siswa sekolah dasar dapat berinteraksi langsung.

Advertisement

Melalui interaksi daring ini, mereka diharapkan dapat saling memahami perbedaan dan persamaan budaya masing-masing sejak usia dini. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan persahabatan global.

"Kami berharap ke depannya dapat dikembangkan program pertemuan daring antara siswa sekolah dasar di Indonesia dan Amerika Serikat agar mereka dapat saling mengenal sejak usia dini melalui dukungan teknologi yang semakin maju," kata Indroyono dalam siaran pers KBRI Washington.

Advertisement

Inisiatif ini sejalan dengan upaya diplomasi lunak yang bertujuan memperkuat ikatan antarwarga negara, bukan hanya antar pemerintah, demi masa depan hubungan bilateral yang lebih harmonis.

Keberhasilan Program Embassy Adoption (EAP)

Gagasan Dubes Indroyono ini terinspirasi dari kesuksesan Embassy Adoption Program (EAP) yang telah berjalan lama. Program ini berhasil memperkenalkan Indonesia kepada siswa sekolah negeri di Washington D.C. melalui berbagai kegiatan pendidikan dan budaya.

Pada 2 Juni, siswa kelas lima dari John R. Francis Education Campus mengunjungi Wisma Indonesia di Washington D.C. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi saat menjawab berbagai pertanyaan mengenai seni dan budaya Indonesia, membuktikan efektivitas program.

Kemampuan para siswa Amerika Serikat mengenali Indonesia merupakan hasil pembelajaran melalui EAP, sebuah program edukasi global yang menghubungkan siswa sekolah negeri di Washington D.C. dengan kedutaan besar serta perwakilan diplomatik dari berbagai negara.

KBRI Washington sendiri telah berpartisipasi aktif dalam program EAP ini selama sekitar 20 tahun terakhir, menunjukkan komitmen jangka panjang dalam diplomasi budaya dan pendidikan.

Diplomasi Lunak dan Pengenalan Budaya

Dubes Indroyono menilai EAP sebagai instrumen penting dalam diplomasi lunak Indonesia. Melalui program tersebut, Indonesia tidak hanya diperkenalkan sebagai negara kepulauan terbesar di Asia Tenggara.

Lebih dari itu, Indonesia hadir secara nyata dalam pengalaman belajar generasi muda Amerika Serikat, membentuk persepsi positif sejak dini. Ini adalah cara efektif untuk membangun citra bangsa dan mempererat hubungan bilateral.

Program EAP didirikan pada 1974 melalui kemitraan antara Washington D.C. Public Schools (DCPS) dan Washington Performing Arts. Program ini memberikan kesempatan kepada siswa kelas 5 dan 6 untuk mempelajari bahasa, budaya, sejarah, kuliner, hingga pandangan negara yang diadopsi terhadap berbagai isu global.

Hingga kini, EAP telah menghubungkan lebih dari 50.000 siswa di Washington D.C. dengan lebih dari 100 kedutaan besar dan lembaga diplomatik dari berbagai negara. Program tersebut juga pernah menerima penghargaan dari Departemen Pendidikan Amerika Serikat sebagai program pendidikan internasional terbaik.

Sebagai bagian dari kelanjutan program, pada tahun ajaran 2025–2026, KBRI Washington akan bekerja sama dengan John R. Francis Education Campus. Mereka akan menyelenggarakan berbagai kegiatan bertema Indonesia, termasuk lokakarya membatik yang memperkenalkan salah satu warisan budaya Indonesia kepada para siswa Amerika Serikat.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • ASICS Rayakan Global Running Day 2026 di 10 Kota Indonesia, Dorong Gaya Hidup Sehat
  • UPN Jatim: Relevansi Ilmu Komunikasi Tetap Kuat di Era Digital Melalui COMMFEST 2026
  • Kapolda Sulbar Ajak Masyarakat Perkuat Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Ancaman Digital
  • Kemendagri Dorong Akurasi Data Tuntaskan Sengketa Lahan Pasuruan yang Berlarut
  • 500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026, Perkuat Identitas Budaya Kota
  • diplomasi budaya
  • dubes indroyono
  • edukasi global
  • embassy adoption program
  • hubungan internasional
  • indonesia amerika serikat
  • kbri washington
  • kerja sama pendidikan
  • konten ai
  • merdekaantara
  • pertukaran pelajar
  • siswa sd
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.