DPR tak masalah dana desa untuk kesejahteraan guru PAUD
90 Persen persoalan yang dikeluhkan guru adalah masalah kesenjangan sosial & kesejahteraan.
Anggota Komisi X DPR Krisna Mukti tak mempersoalkan apabila sebagian dana desa yang diberikan pemerintah dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru pendidikan anak usia dini (PAUD).
Menurutnya, sudah saatnya ada satu regulasi yang mengatur untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru PAUD di Indonesia.
"Jadi memang sudah waktunya ada regulasi yang jelas dari pemda setempat maupun dari pemerintah tentang kesejahteraan mereka. Kalau memungkinkan dianggarkan dari dana desa ya kenapa tidak," ujarnya di Palu, Sulawesi Tengah.
Saat ini 90 persen persoalan yang dikeluhkan guru dan tenaga pendidik anak usia dini adalah masalah kesenjangan sosial dan kesejahteraan. Menurutnya, kesejahteraan mereka berbeda dengan guru di taman kanak-kanak.
"Ada yang dibayar Rp 50.000 sebulan sekali atau Rp 200.000-300.000 per 3 bulan sekali. Kasihan kan," terangnya.
Namun begitu, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengingatkan supaya para pengelola PAUD juga turut berpikir untuk mensejahterakan guru dan tenaga pendidiknya.
"Tapi juga jangan lupa kita kembalikan ke pengelola PAUD nya. Sebaiknya jangan membuka PAUD kalau memang dari segi pendanaan tidak memungkinkan untuk menggaji guru-gurunya," pungkasnya.
Baca juga:
Kemendikbud ingin revolusi mental sejak usia dini
Kemendikbud: Kita ingin bangun ekosistem pendidikan
Raih Rp 30 juta, Ismuningsih ingin ganti genting PAUD
Mendikbud: Indonesia harus meritrokasi sejak usia dini
Cerita Arumi Bachsin kagumi kreativitas anak-anak usia dini
Mendikbud: Indonesia punya banyak stok guru berprestasi
DIY juara umum anugerah PAUD & Dikmas se-Indonesia