LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dokter Unand: Tidak Bisa Seseorang Dipaksa Positif Covid-19

Ia menegaskan secara ilmiah virus itu ada seperti flu biasa. Jika pasien yang terpapar COVID-19 tidak ada gejala maka proses penyembuhannya cuma sebentar.

2020-11-26 14:34:33
Covid-19
Advertisement

Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dr. Andani Eka Putra menegaskan tidak bisa seseorang dipaksa positif COVID-19 oleh pihak rumah sakit jika tidak ada pemeriksaan sampel tes usap atau swab test di laboratorium

"Saya tegaskan seseorang dinyatakan positif COVID-19 setelah dilakukan tes usap atau swab test dan diperiksa di laboratorium," tegasnya saat memberikan sosialisasi tentang COVID-19 di Simpang Empat, Kamis (26/11).

Menurutnya hingga saat ini pemahaman masyarakat tentang COVID-19 masih beragam. Ada yang percaya dan ada yang tidak percaya, yang jelas virus ini sudah menjadi masalah global yang sudah banyak makan korban.

Advertisement

Ia menegaskan secara ilmiah virus itu ada seperti flu biasa. Jika pasien yang terpapar COVID-19 tidak ada gejala maka proses penyembuhannya cuma sebentar.

Namun COVID-19 sangat beresiko kepada pasien yang berumur 50 tahun ke atas yang memiliki gejala penyakit bawaan.

"Pasien yang punya penyakit bawaan inilah yang menyebabkan kematian," ujarnya.

Advertisement

Menurutnya data terakhir di Sumbar kasus positif COVID-19 mencapai 18 ribu orang dengan tingkat kesembuhan yang cukup tinggi.

Ia menyebutkan dengan nyatanya COVID-19 itu maka tugas bersama untuk mengatasi penyebarannya.

"Terpenting sekali selalu memakai masker, sering mencuci tangan dan setiap selesai aktifitas baju yang dipakai direndam pakai deterjen dan upayakan mandi," ujarnya.

Sebab, katanya, penularan virus itu melalui batuk dan bicara partikel liur terlepas dan melalui sentuhan lalu pegang mulut dan hidung.

Bahkan partikel virus itu bisa melekat di baju yang dipakai setelah beraktivitas sehingga pakaian yang telah dipakai harus dicuci segera.

"Berjabat tangan tidak bisa menularkan virus itu dengan syarat setelah bersalaman tangan dicuci dan jangan memegang hidung atau mulut," katanya.

Ia berharap kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan COVID-19 dengan memakai masker, sering mencuci tangan dan hindari kerumunan.

Baca juga:
Kasus Covid-19 di Solo Melonjak, FX Rudy Sebut Kesadaran Masyarakat Rendah
Jelang Libur Panjang Akhir Tahun, Yogyakarta Mulai Awasi Ketat Penerapan Prokes
Sebagian Warga Kulon Progo Tolak Pemeriksaan Covid-19, takut dikarantina
Satgas Lakukan Tracing Usai Cawalkot Depok Mohammad Idris Positif Covid-19
Dokter di Natuna Berbagi Pengalaman jadi Pasien Covid-19 hingga Sembuh
Usai Debat, Cawalkot Depok Mohammad Idris Positif Covid-19

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.