Diterpa isu SARA, Dimas Oky sebut pelaku sebagai penjahat demokrasi
Menurut Dimas, hal itu merupakan kampanye hitam atau strategi politik orang yang panik.
Calon Wali kota Depok dari PDIP, Dimas Oky Nugroho mengecam soal beredarnya spanduk berisi SARA di beberapa titik di Depok. Menurutnya, hal itu merupakan kampanye hitam atau strategi politik orang yang panik.
"Saya mengecam kampanye hitam dan para pelaku di belakangnya," kata Dimas, Minggu (8/11).
Ditegaskan, kampanye hitam yang bernuansa SARA adalah bentuk dari sebuah kedangkalan. Dia juga berpendapat bahwa ini sebagai bentuk lemahnya komitmen menjaga semangat kebangsaan.
Dimas mengaku mengetahui tersebarnya spanduk itu dari relawan dan warga. Namun dia tidak tahu siapa pelakunya yang menyebarkan spanduk itu. "Saya tidak tahu siapa pelakunya. Tapi siapapun pelakunya, dia adalah penjahat demokrasi dan penjahat bangsa," kecamnya.
Sebelumnya, beredar foto secara berantai soal adanya spanduk bertuliskan 'Haleluya...Puji Tuhan... Ayo Sukseskan Satu Kelurahan Satu Gereja'. Dalam spanduk itu juga terpampang foto pasangan Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi. Informasi yang ada spanduk itu terpasang di kawasan Cilodong, Cinere, Sawangan dan Citayam.
Baca juga:
'Bangun satu gereja di Depok sulit, apalagi satu kelurahan satu'
Cerita spanduk 'Satu Kelurahan, Satu Gereja' yang bikin heboh Depok
Warga Depok geger spanduk 'Satu Kelurahan, Satu Gereja' Dimas-Babai
Dituding punya istri muda, calon Wali Kota Tangsel geram
Kasus Obor Rakyat sudah sampai ke Kejaksaan Agung