Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Bangun satu gereja di Depok sulit, apalagi satu kelurahan satu'

'Bangun satu gereja di Depok sulit, apalagi satu kelurahan satu' Spanduk Dimas-Babai soal satu kelurahan satu gereja. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok Hendrik Tangke Allo mengatakan spanduk yang menyinggung isu SARA terhadap pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Dimas Oky-Babai Suhaimi adalah spanduk provokasi. Menurutnya, isu itu disebar oleh orang tak bertanggungjawab.

"Biar masyarakat yang menilai, siapa yang coba mengadu domba," kata Hendrik, Senin (9/11).

Ketua DPRD Depok ini juga menuturkan, untuk membangun satu gereja di Depok saja sangat sulit. Apalagi satu kelurahan satu gereja seperti yang ditulis di spanduk itu.

Selanjutnya, dia menyerahkan penilaian pada masyarakat mengenai isu ini. "Masyarakat Depok sudah cerdas, dapat menanggapi hal ini dengan pemikiran positif," ucap Hendrik.

Sebelumnya, spanduk bertuliskan 'Haleluya...Puji Tuhan... Ayo Sukseskan Satu Kelurahan Satu Gereja' ramai menjadi pembicaraan warga sejak Minggu (8/11) siang. Dalam spanduk itu juga terpampang foto pasangan calon wali kota-wakil wali kota Depok Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi.

Belum diketahui siapa pembuat dan penyebar spanduk itu. Namun dari laporan yang diterima Tim Kampanye Dimas-Babai, spanduk itu terpasang di Cinere, Sawangan dan Citayam. "Yang kami terima ada di tiga titik itu. Tapi mungkin ada beberapa laporan yang saya terima ternyata sudah banyak juga spanduk itu," kata Tim Kampanye Dimas-Babai, Rudi Setiawan.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP