Distribusi Pupuk Dinilai Berbelit, Zulhas Langung Ngadu ke Prabowo
Menko Pangan ini mengungkapkan, proses distribusi pupuk sangat berbelit hingga membutuhkan ratusan tanda tangan sebelum pupuk diterima petani.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengkritik sistem distribusi pupuk di Indonesia yang dinilainya terlalu berbelit-belit.
Ia menegaskan bahwa kerumitan regulasi justru menghambat akses petani terhadap pupuk, sehingga mengganggu produktivitas pertanian nasional.
"Pupuk semua mau ikut cawe-cawe, 148 aturan mengatur soal pupuk, maklum demokrasi mahal katanya,” kata Zulhas dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-27 PAN di Jakarta, Minggu (24/8) malam.
Menko Pangan ini mengungkapkan, proses distribusi pupuk sangat berbelit hingga membutuhkan ratusan tanda tangan sebelum pupuk diterima petani.
"Jadi ada 500 tanda tangan baru pupuk sampai ke tangan petani, bayangin saudara-saudara, itu pupuk sampai ke petani kalau sudah panen," ungkapnya.
Zulhas pun mengaku telah melaporkan masalah tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Saat itu, Prabowo disebutnya langsung merespons dengan langkah konkret untuk memangkas birokrasi.
"Saya lapor Pak Presiden, ini pupuk gimana cerita, gimana mau swasembada pangan. Pak Presiden tanya apa yang dibutuhkan, ‘Keppres, Pak, saya yang isi.’ Ya sudah cepat isi kata presiden. Pangkas, dari Pupuk Indonesia langsung kepada petani,” ujarnya.
Dirinya menegaskan, upaya yang dilakukan PAN dan pemerintah ini bukan untuk pencitraan, melainkan demi kesejahteraan petani.
"Saudara-saudara, itulah yang PAN kerjakan, kita bukan citra, kita bukan perlu pujian, tidak," kata dia.
Pria akrab disapa Zulhas ini pun meminta seluruh kader PAN untuk terus bekerja keras, bukan hanya aktif menjelang pemilu.
"Oleh karena itu saya meminta kader PAN untuk bekerja keras, jangan nanti kalau mau Pemilu saja," katanya.