Dishub Pasaman Barat Tingkatkan Keselamatan Kapal Penumpang Jelang Lebaran Idul Fitri
Dinas Perhubungan Pasaman Barat bersama KPLP KSOP Teluk Bayur gencar sosialisasikan keselamatan kapal penumpang dan pasang stiker imbauan untuk antisipasi lonjakan wisatawan saat Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, secara proaktif melakukan sosialisasi penting mengenai keselamatan di kapal penumpang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (17/3) menjelang perayaan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang akan menggunakan transportasi laut.
Inisiatif ini dilakukan bersama Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur Padang. Lokasi pelaksanaan kegiatan terpusat di Pelabuhan Air Bangis, yang merupakan titik keberangkatan utama bagi kapal-kapal penumpang. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi risiko selama musim liburan.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga mencakup pemasangan stiker imbauan keselamatan pada setiap kapal penumpang yang beroperasi. Kepala Bidang Perhubungan Laut Udara Dishub Pasaman Barat, Eva Wardi Putra, menegaskan bahwa langkah ini krusial untuk menjamin keselamatan penumpang, terutama mengingat peningkatan aktivitas wisata.
Pentingnya Sosialisasi Keselamatan Maritim
Sosialisasi keselamatan maritim ini menjadi sangat penting mengingat peran vital kapal penumpang dalam mobilitas masyarakat lokal dan wisatawan. Kapal-kapal ini melayani rute menuju Pulau Panjang dan Pulau Pigago, yang merupakan destinasi wisata favorit saat libur Lebaran.
Eva Wardi Putra memperkirakan adanya lonjakan signifikan penggunaan kapal, khususnya menuju Pulau Pigago, pada hari pertama atau kedua Lebaran. Peningkatan jumlah penumpang ini menuntut perhatian ekstra terhadap standar keselamatan. Oleh karena itu, antisipasi melalui sosialisasi dan pemasangan stiker dianggap sebagai langkah strategis.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut. Dengan melibatkan pemilik dan operator kapal secara langsung, diharapkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dapat meningkat. Kesadaran ini sangat vital untuk melindungi nyawa dan harta benda para pelancong.
Detail Imbauan dan Kapasitas Kapal Penumpang
Stiker yang dipasang di dinding kapal memuat beberapa imbauan keselamatan krusial. Salah satu poin utama adalah larangan membawa penumpang dan barang melebihi kapasitas kapal yang telah ditentukan.
Setiap kapal juga diwajibkan untuk menyediakan alat penunjang keselamatan yang memadai, seperti jaket pelampung atau life jacket (life vest). Selain itu, stiker tersebut mengingatkan operator kapal untuk menunda keberangkatan jika kondisi cuaca buruk, seperti ombak besar dan angin kencang, hingga cuaca kembali normal.
Di wilayah tersebut, terdapat sekitar 20 unit kapal penumpang dengan kapasitas yang bervariasi. Beberapa kapal mampu memuat hingga 80 orang, sementara yang lain berkapasitas 20-25 orang, dan ada pula yang hanya 15 orang penumpang. Saat ini, penggunaan kapal ke Pulau Panjang masih normal dengan rata-rata empat kapal beroperasi setiap hari. Namun, jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 10 unit kapal saat libur Lebaran, seiring dengan banyaknya warga yang berlibur ke Pulau Pigago.
Sumber: AntaraNews