Disebut tekan Miryam, Masinton tuding Novel beri keterangan palsu
Disebut menekan Miryam, Masinton tuding Novel beri keterangan palsu. Masinton menegaskan tidak pernah mengancam Miryam S Haryani. Bahkan dia mengaku bisa membuktikannya. Dia menegaskan bahwa hak angket KPK juga tidak ada hubungannya dengan lima nama anggota DPR yang disebut menekan Miryam.
Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu menuding penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan palsu saat dikonfrontir dengan saksi kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP Miryam S Haryani. Saat itu Novel menyebut lima nama anggota DPR yang diduga menekan Miryam. Kelima politisi itu adalah Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Desmond J. Mahesa, Masinton Pasaribu, dan Sarifuddin Sudding.
"Dalam konteks penyebutan nama (pengancam oleh Novel) itu sebagai bentuk kepalsuan. Itu Novel memberikan keterangan palsu di persidangan," ungkap Masinton usai menghadiri talkshow akhir pekan dengan topik Meriam DPR untuk KPK di Warung Daun Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (6/5).
Masinton menegaskan tidak pernah mengancam Miryam S Haryani. Bahkan dia mengaku bisa membuktikannya. "Apa yang saya sampaikan adalah fakta dan saya akan pertanggungjawabkan. Karena tuduhan itu enggk benar," ucapnya.
Masinton menyatakan kesiapannya dipanggil KPK untuk mempertanggungjawabkan tudingannya menyebut Novel memberi kesaksian palsu. "Jangankan dipanggil, ditembak saja saya siap," tegasnya.
Masinton juga mengingatkan bahwa desakan hak angket KPK tidak terkait lima nama anggota DPR yang disebut menekan Miryam. Politikus PDI Perjuangan ini memastikan, hak angket tersebut murni dalam rangka mengawasi penyimpangan di lembaga antirasuah tersebut.
"Nggak ada kaitan angket dengan nama-nama yang disebutkan di sidang. Ini bentuk pengawasan terhadap penyelidikan," ucapnya.
Baca juga:
Dukung angket KPK, PDIP dinilai belum matang jadi partai penguasa
Kasus e-KTP dan pesan Jokowi KPK jangan takut hadapi apapun
KPK sebut Inayah punya hubungan dekat dengan Andi Narogong
Usut harta Andi Narogong, KPK periksa perempuan diduga istri siri
Masih periksa Anton Taufik, KPK mau dalami pertemuan di kantor Elza
DPR didesak tak main-main gunakan angket buat KPK
Angket KPK, pertaruhan citra DPR di mata rakyat