Dipanggil KPK, Dito Ariotedjo Ungkap Makan Siang Jokowi dan Pangeran MBS Bahas Haji
KPK memanggil Dito Ariotedjo, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, untuk memberikan keterangan sebagai saksi terkait dugaan korupsi kuota tambahan haji 2024.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Dito Ariotedjo, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota tambahan haji 2024. Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan status tersangka kepada mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, serta mantan staf khususnya, Gus Alex.
Setelah menjalani pemeriksaan, Dito memberikan jawaban atas beberapa pertanyaan dari jurnalis. Salah satu isu yang dibahas adalah dugaan adanya tukar menukar antara Indonesia dan Arab Saudi untuk memperoleh tambahan kuota haji.
Menanggapi hal itu, politisi dari Partai Golkar ini menjawab dengan nada bercanda,
"Enggak lah apa hubungannya? (Tukar menukar), kita waktu itu mintanya tukerannya sama Cristiano Ronaldo untuk ngelatih atau main di Indonesia," ungkap Dito di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada hari Jumat, 23 Januari 2026.
Dalam kapasitasnya sebagai salah satu pihak yang diundang oleh Presiden Jokowi untuk berdiskusi dengan Kerajaan Arab Saudi, Dito menjelaskan bahwa percakapan mengenai haji terjadi saat makan siang.
"Kronologi pembicaraan waktu itu lagi makan siang, Presiden Jokowi dengan Prince Mohammed bin Salman (MBS). Itu sebenarnya tidak kuota spesifik, tapi pelayanan haji. Karena kan haji kita butuh banyak dan tidak hanya haji, sebelumnya ada IKN dan investasi juga," jelas Dito.
Diplomasi Makan Siang
Dito menegaskan bahwa makan siang merupakan bagian dari diplomasi, bukan sekadar pertukaran yang bersifat transaksional.
"Ya enggak, ini namanya diplomasi bukan tukar-menukar," untuk menekankan pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam proses tersebut.