Dinkes Kepri Ungkap 10 Penyakit Terbanyak yang Ditangani pada 2025: Hipertensi dan Diabetes Mendominasi
Dinas Kesehatan Kepri merilis daftar 10 penyakit terbanyak yang ditangani pada 2025, dengan hipertensi dan diabetes sebagai kasus tertinggi. Apa saja penyakit lainnya dan bagaimana pencegahannya?
Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) baru-baru ini mengungkapkan sepuluh besar jenis penyakit yang paling banyak ditangani pada tahun 2025. Data ini berasal dari Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di seluruh wilayah Kepri. Penemuan ini menyoroti tantangan kesehatan utama yang dihadapi masyarakat setempat.
Kepala Dinkes Kepri, Muhammad Bisri, menyatakan bahwa hipertensi menduduki peringkat teratas dengan 10.684 kasus, diikuti diabetes mellitus dengan 8.636 kasus. Kedua penyakit ini seringkali muncul bersamaan dan menjadi pemicu komplikasi serius bagi pasien. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Paparan data ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin. Bisri menekankan bahwa tingginya angka kasus mencerminkan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pencegahan penyakit. Upaya promotif dan preventif menjadi kunci utama dalam menekan angka ini.
Dominasi Penyakit Tidak Menular: Hipertensi dan Diabetes
Hipertensi dan diabetes mellitus menjadi dua penyakit dengan kasus terbanyak di Kepri untuk tahun 2025. Dinkes Kepri mencatat 10.684 kasus hipertensi dan 8.636 kasus diabetes. Kedua kondisi ini seringkali saling berkaitan dan dapat memicu komplikasi serius.
Muhammad Bisri, Kepala Dinkes Kepri, menjelaskan bahwa penyakit ini menyebabkan komplikasi seperti jantung, stroke, dan gagal ginjal. "Tingginya kasus hipertensi dan diabetes mencerminkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin," ujarnya. Ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan yang lebih masif.
Data ini mengindikasikan bahwa gaya hidup modern dan pola makan yang kurang sehat berkontribusi besar terhadap peningkatan kasus. Pencegahan dini melalui deteksi rutin dan perubahan kebiasaan menjadi sangat krusial. Masyarakat diimbau untuk lebih proaktif menjaga kesehatan.
Penyakit Lain yang Mengkhawatirkan dan Kaitannya dengan Gaya Hidup
Selain hipertensi dan diabetes, Dinkes Kepri juga mencatat tingginya kasus gangguan tulang belakang dengan 4.901 kasus. Penyakit jantung iskemik juga signifikan dengan 4.734 kasus. Kedua penyakit ini seringkali berhubungan dengan postur tubuh yang kurang baik dan pola makan tinggi lemak.
Bisri menambahkan bahwa kondisi ini menunjukkan kerentanan masyarakat usia produktif terhadap gangguan sistem otot dan jantung. Gangguan sistem pencernaan dan perut mencapai 4.042 kasus, sementara penyakit rongga mulut dan kelenjar ludah sebanyak 3.986 kasus. Pola makan tidak seimbang dan konsumsi makanan cepat saji menjadi pemicu utama.
Penyakit gagal ginjal menempati urutan berikutnya dengan 3.603 kasus, yang sebagian besar merupakan komplikasi dari hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol. Penyakit pernafasan kronis (3.564 kasus), perawatan maternal dan kehamilan berisiko (3.137 kasus), serta gangguan metabolik (3.027 kasus) juga masuk dalam daftar. Ini menegaskan bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah tantangan utama.
Strategi Pencegahan dan Program Kesehatan Gratis Dinkes Kepri
Melihat pola kasus penyakit terbanyak Kepri, Dinkes Kepri menekankan pentingnya pencegahan melalui perubahan gaya hidup. Masyarakat diimbau untuk menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan ideal. Selain itu, menghindari rokok dan alkohol juga sangat dianjurkan untuk kesehatan jangka panjang.
Muhammad Bisri menyatakan bahwa langkah-langkah rutin ini dapat secara signifikan menurunkan risiko PTM dan mengurangi beban pelayanan fasilitas rujukan. "Pihaknya terus memperkuat upaya promotif dan preventif guna mencegah penyakit hipertensi maupun PTM di Kepri," tambahnya. Fokus utamanya adalah peningkatan pengetahuan masyarakat dan deteksi dini.
Untuk mendukung upaya pencegahan, Dinkes Kepri mengajak masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini memungkinkan deteksi dini risiko penyakit bagi semua kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia. CKG dapat diakses melalui aplikasi Satu Sehat Mobile atau chatbot WhatsApp di nomor 0812-7887-8812.
"Masyarakat tidak perlu menunggu sakit untuk memeriksa kesehatan diri, karena mencegah lebih baik daripada mengobati," tegas Bisri. Ia mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk segera memanfaatkan program CKG yang tersedia di puskesmas terdekat. Deteksi dini adalah kunci untuk penanganan yang lebih efektif dan prognosis yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews