Dinkes Kaltim Salurkan 6.170 Dosis Vaksin DBD, Perkuat Imunitas Warga dari Demam Berdarah
Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mendistribusikan 6.170 dosis Vaksin DBD Qdenga ke sejumlah kabupaten/kota, memperkuat upaya pencegahan demam berdarah dan melindungi masyarakat di wilayah tersebut.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) telah mendistribusikan ribuan dosis vaksin Qdenga ke berbagai kabupaten dan kota di wilayahnya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi komprehensif pemerintah daerah untuk menekan angka kasus demam berdarah dengue (DBD) yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Sebanyak 6.170 dosis vaksin telah disalurkan guna memperkuat perlindungan warga dari bahaya virus dengue.
Penyaluran vaksin ini dilakukan pada Minggu, 25 Januari, dengan alokasi terbesar diterima oleh Kabupaten Kutai Timur. Vaksin yang merupakan hibah dari Bio Farma ini ditujukan untuk kelompok usia 5 hingga 60 tahun sesuai standar kesehatan yang berlaku. Program vaksinasi massal bahkan sudah dimulai sejak Jumat, 23 Januari, di beberapa lokasi.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan bahwa inisiatif ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan preventif. Tujuannya adalah menurunkan angka kesakitan serta tingkat kematian akibat DBD di seluruh Kalimantan Timur. Sinergi antara Dinkes provinsi dan kabupaten/kota diharapkan dapat memastikan penyerapan vaksin secara cepat dan tepat sasaran.
Distribusi Merata Vaksin DBD di Berbagai Wilayah Kaltim
Dinkes Kaltim telah mendistribusikan total 6.170 dosis vaksin Qdenga ke sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Alokasi terbesar diberikan kepada Kabupaten Kutai Timur, yang menerima 4.470 dosis untuk disebar ke 21 puskesmas di seluruh wilayahnya. Ini menunjukkan fokus pada daerah dengan potensi penyebaran DBD yang tinggi.
Selain Kutai Timur, Kabupaten Paser mendapatkan jatah sebanyak 1.200 dosis vaksin. Sementara itu, Kabupaten Kutai Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi masing-masing menerima 200 dosis. Kota Samarinda juga turut mendapatkan alokasi vaksin sebanyak 100 dosis untuk mendukung program pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Vaksin Qdenga, yang diproduksi oleh Takeda, menyasar kelompok masyarakat dengan rentang usia 5 hingga 60 tahun. Penentuan kelompok usia ini didasarkan pada standar kesehatan dan efektivitas vaksin. Distribusi yang merata ini diharapkan dapat menjangkau populasi rentan di berbagai pelosok Kaltim.
Penguatan Imunitas dan Pencegahan DBD di Lingkungan Masyarakat
Program vaksinasi DBD ini menjadi bagian integral dari penguatan layanan preventif Dinkes Kaltim. Tujuannya adalah untuk menurunkan angka kesakitan serta tingkat kematian akibat demam berdarah di seluruh provinsi. Inisiatif ini mencerminkan upaya proaktif pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut atas distribusi logistik, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, telah memulai penyuntikan massal sejak Jumat, 23 Januari. Pelaksanaan vaksinasi juga mulai menyasar kelompok usia sekolah, seperti yang dilakukan di SDN 028 Penajam Paser Utara. Ini menunjukkan pendekatan multi-target dalam pelaksanaan program.
Pemerintah Provinsi Kaltim sangat berharap sinergi yang kuat antara Dinkes kabupaten dan kota dapat memastikan seluruh dosis vaksin terserap. Penyerapan yang cepat dan tepat sasaran menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan demikian, perlindungan maksimal terhadap ancaman virus dengue dapat tercapai di seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews