Dinilai Terlalu Mewah, Karantina Bagi Pelanggar Masker di Palembang Dipindah
"Mulai besok, kita lakukan pemindahan tempat karantina dari Asrama Haji ke mess PGRI. Tidak ada AC, kecil, kamar mandi di luar kayak barak, tidak disediakan sabun, sikat gigi, silakan hubungi keluarga jika mau dikirim," ungkap Zulinto, Kamis (7/5).
Gugus Tugas Covid-19 Palembang memindahkan tempat karantina bagi pelanggar masker ke mess PGRI Palembang. Tempat sebelumnya, Asrama Haji, dinilai cukup mewah sehingga memerlukan anggaran lebih besar dan juga dianggap tidak memberikan efek jera.
Ketua Bidang Pencegahan Gugus Tugas Covid-19 Palembang Ahmad Zulinto mengungkapkan, tempat karantina yang baru adalah mess PGRI. Terdapat 30 kamar yang dapat diisi dua orang setiap kamar dengan fasilitas berbanding terbalik dengan Asrama Haji yang dinilai cukup mewah.
"Mulai besok, kita lakukan pemindahan tempat karantina dari Asrama Haji ke mess PGRI. Tidak ada AC, kecil, kamar mandi di luar kayak barak, tidak disediakan sabun, sikat gigi, silakan hubungi keluarga jika mau dikirim," ungkap Zulinto, Kamis (7/5).
Menurut dia, banyak pertimbangan pemindahan karantina. Selain ekonomis, keputusan ini bertujuan menekan stigma negatif masyarakat yang menyebut Asrama Haji tidak menimbulkan efek jera tetapi sebaliknya, orang betah karena memiliki fasilitas lengkap layaknya hotel berbintang.
Diketahui, sewa kamar di Asrama Haji Rp 200.000 per hari dan Rp 5 juta per hari untuk sewa aula. Sementara di mess PGRI Palembang Rp 100.000 per hari dan tempatnya dianggap cukup manusiawi bagi pelanggar.
"Perhitungan ekonomis, sudah lima hari di sana, cost terlalu tinggi. Terus sudah beberapa kali di media, orang bilangnya Asrama Haji enak, tempat tidur, maka saya pindahin ke mess PGRI, biar jadi pembelajaran bagi masyarakat yang tidak memakai masker," ujarnya.
Secara teknis pelaksanaan, kata dia, sama dengan sebelumnya. Pelanggar akan mengikuti edukasi terlebih dahulu di aula mess usai penangkapan dan malam harinya dipindahkan ke kamar.
"Pelanggar tetap kita berikan makan dan takjil. Sehari dianggarkan Rp 25 ribu untuk satu pelanggar," kata dia.
Sepekan menggelar razia masker, petugas mengamankan 220 pelanggar, 20 persen diantaranya pendatang, termasuk juga dari Brebes, Jawa Tengah. Tempat karantina yang baru kebetulan berada di Seberang Ulu Palembang, petugas akan fokus di daerah itu, terlebih masih banyak warga yang berkeliaran tanpa memakai masker. Namun kawasan Seberang Ilir juga tak luput dari pengawasan dan pelanggar tetap ditindak.
"Saya lihat masyarakat sudah banyak menggunakan masker, saya ada buktinya. Artinya razia ini bukan tidak ada fungsinya, malah bikin orang rajin pakai masker," tuturnya.
Baca juga:
Warga Aceh Tamiang yang Tidak Pakai Masker Dihukum Mengaji Alquran
Warga di Banda Aceh yang Tidak Pakai Masker akan Ditarik KTP-nya
Menkum HAM Yasonna Beri Bantuan ke Pemprov Jatim Masker Hasil Karya Narapidana
Masker Bekas Pakai Tercecer di Pinggir Jalan
149 KTP Ditahan, Puluhan Warga Medan Dihukum Push Up karena Tak Pakai Masker
Alat Pelindung Diri Produksi UMKM Laku Keras di Pasaran