Dinilai Konsisten Jaga Lingkungan, Sido Muncul Boyong Penghargaan PROPER Emas dan Green Leadership Utama dari KLH
Sido Muncul meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Dinilai konsisten menjaga keberlanjutan lingkungan dalam setiap operasional bisnisnya, Sido Muncul meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Penghargaan yang kelima bagi Sido Muncul itu pun diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq didampingi Wamen LH/Wakil BPLH Diaz Faisal Malik Hendropriyono kepada Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, di Sasana Langgeng Budoyo, TMII, Senin (24/2/2025).
Selain Proper Emas yang diterima oleh Sido Muncul, pada saat yang sama, Irwan juga menerima penghargaan "Green Leadership Utama" 2024 dari KLH untuk yang ketiga kalinya.
Irwan mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut memberikan semangat ke pihaknya untuk menjadi motor dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.
"Kami akan terus berusaha agar tahun depan bisa masuk dalam PROPER emas dan salah satu hal yang membuat bangga adalah kemampuan kami mengelola lingkungan sendiri," ungkapnya.
Irwan juga mengatakan, Sido Muncul memiliki pengelolaan sampah yang baik. Ia menegaskan, Sido Muncul tidak pernah mencemari lingkungan hingga membebani pemerintah.
"Sampah yang kami hasilkan dikelola sendiri, sehingga tidak membebani pemerintah dan tidak keluar dari area pabrik," katanya.
Selaras dengan itu, Manajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono mengatakan pihaknya terus melakukan inovasi baik dalam aspek lingkungan maupun sosial.
"Dalam hal energi, kami telah menggunakan biomassa sebagai sumber utama, dengan sekitar 91 persen energi kami berasal dari energi baru terbarukan dan listrik yang kami gunakan juga sudah berbasis tenaga surya (solar panel), dan kami terus mengembangkan teknologi energi terbarukan lainnya," katanya.
"Selain itu, kami juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat sekitar, kami bekerja sama dengan komunitas lokal dalam berbagai program kesejahteraan, seperti pompa irigasi untuk pertanian, program dukungan bagi petani alpukat, peternakan terpadu, dan berbagai program sosial lainnya," jelas Amri.
Dirinya juga membeberkan, Sido Muncul sudah menerapkan konsep zero waste dalam setiap operasional perusahaan.
"Sebagai contoh, biomassa yang kami gunakan berasal dari limbah pertanian dan industri, termasuk ampas jamu dan ampas ini diolah dan digunakan sebagai bahan bakar dalam boiler untuk menghasilkan energi," beber Amri.
"Kemudian, sisa pembakaran dari biomassa ini masih dapat dimanfaatkan kembali, kami mencampurnya dengan material organik tertentu untuk dijadikan bahan bakar campuran dalam industri logam," jelasnya.
Perbaiki Kawasan Rawa Pening
Irwan membeberkan, akan membersihkan kawasan Rawa Pening dari eceng gondok yang tumbuh liar di sana.
"Rawa Pening itu kan tempat yang bagus ya? Bagus, sumber airnya juga baik. Nah, saya nanti akan berusaha mencari cara bagaimana supaya eceng gondok itu bisa hilang dari Rawa Pening," sebut Irwan.
"Saya sudah punya ide, yaitu memanfaatkannya sebagai bahan bakar," imbuhnya.
Irwan mengatakan, jika daerah sekitar pabrik Sido Muncul, terutama Rawapening bisa dibersihkan dari eceng gondok, maka kawasan itu bisa memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.
"Harga tanah di sekitarnya juga akan meningkat, dan pada akhirnya akan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD)," katanya.
Mendengar apa yang menjadi keinginan Irwan tersebut, Menteri Faisol pun menilai bahwa penghargaan PROPER yang diraih Sido Muncul sangat pantas.
"Rawa Pening ini menjadi salah satu fokus utama inovasi lingkungan mereka, sehingga mereka layak mendapatkan predikat sebagai perusahaan dengan Green Leadership yang kuat," ujarnya.
"Ini memang tantangan yang tidak mudah, tetapi dengan kolaborasi yang baik, hal ini bisa terwujud," imbuh Menteri Faisol.
Di sisi lain, dirinya mengapresiasi kinerja perusahaan jamu (Sido Muncul) yang memiliki concern menjaga lingkungan hidup.
"Perusahaan jamu (Sido Muncul) sudah beberapa kali meraih PROPER emas dan Sido Muncul telah menempuh perjalanan panjang dengan berbagai upaya untuk mencapai standar tersebut," ujarnya.
Ketua Dewan Pertimbangan PROPER, Prof. Sudarto Sihombing menilai bahwa perusahaan yang sudah meraih PROPER Emas sudah melewati berbagai tahap penting dalam pengelolaan lingkungan.
"Perusahaan tersebut telah melaksanakan pengelolaan lingkungan sesuai dengan dokumen kajian lingkungan yang diamanatkan, baik dalam bentuk AMDAL maupun upaya lainnya yang mencakup pengendalian pencemaran air, udara, pengelolaan sampah, serta peningkatan keanekaragaman hayati," ujarnya.
"Mereka juga sudah mengelola lingkungan mulai dari hulunya, sehingga menghasilkan efisiensi energi, mengurangi konsumsi air, mengurangi emisi, mengurangi keunggulan limbah, meningkatkan kehati dan melaksanakan kebudayaan di dalamnya," jelas Prof. Sudarto.
(*)