Dinas PUPR Tetapkan Status Awas Banjir Tangerang Pascahujan Lebat
Dinas PUPR Kota Tangerang menetapkan status awas banjir Tangerang menyusul peningkatan muka air sungai dan genangan di berbagai wilayah akibat hujan deras, mengimbau masyarakat untuk siaga.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Banten, secara resmi menetapkan status "merah" atau "awas" terkait ketinggian muka air sungai dan saluran air di beberapa wilayah. Penetapan ini dilakukan sebagai respons terhadap potensi banjir yang mengancam setelah hujan lebat mengguyur kota tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa status ini merupakan peringatan dini bagi seluruh masyarakat agar tetap siaga menghadapi kemungkinan banjir. Pemantauan intensif terus dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Curah hujan tinggi yang masih berlangsung di wilayah Kota Tangerang menjadi perhatian utama pemerintah kota. Pihak berwenang mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah mitigasi yang diperlukan.
Peningkatan Muka Air dan Titik Rawan Banjir
Pascahujan lebat yang terjadi semalam, Dinas PUPR Kota Tangerang melaporkan adanya peningkatan signifikan pada ketinggian muka air sungai dan saluran air. Beberapa titik bahkan sudah mengalami limpahan air yang cukup mengkhawatirkan.
Contohnya, di Jembatan Alamanda Periuk, Taman Cibodas, dan Puri Kartika Ciledug, air sudah mulai meluap dari batas normalnya. Kondisi ini menunjukkan kerentanan wilayah tersebut terhadap genangan dan banjir.
Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan berkala guna memperkuat mitigasi banjir. Langkah cepat ini menjadi krusial mengingat curah hujan tinggi diperkirakan masih akan melanda Kota Tangerang dalam beberapa hari ke depan.
Meskipun hujan telah berhenti sejak pagi, masyarakat tetap diimbau untuk berpartisipasi aktif dalam mitigasi banjir. Pemantauan ketinggian muka air melalui aplikasi Si Pantau secara berkala sangat disarankan.
Dampak Hujan Deras dan Penanganan Awal
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Tangerang sejak Kamis (19/2/26) malam hingga Jumat (20/2/26) pagi telah menimbulkan dampak serius. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengonfirmasi adanya genangan di sejumlah titik dan kejadian pohon tumbang.
Genangan air mulai muncul sekitar pukul 03.00 WIB, disebabkan oleh meluapnya debit air kali atau sungai ke jalan dan permukiman warga. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter.
Dampak genangan ini meluas, memengaruhi akses jalan umum, kawasan permukiman, hingga area industri. Delapan kecamatan tercatat terdampak, meliputi Jatiuwung, Cibodas, Cipondoh, Periuk, Ciledug, Larangan, Karang Tengah, dan Benda.
Selain genangan, beberapa insiden pohon tumbang juga terjadi, bahkan sempat menutup akses jalan dan menimpa bangunan warga. Kejadian ini menambah kompleksitas penanganan bencana di lapangan.
Koordinasi Lintas Instansi dan Langkah Mitigasi
Menyikapi kondisi darurat ini, petugas gabungan dari BPBD, Damkar, OPD terkait, aparat kewilayahan, serta relawan segera bergerak. Mereka langsung melakukan asesmen dan penanganan di lokasi-lokasi terdampak.
Langkah-langkah yang diambil meliputi monitoring lapangan secara intensif dan koordinasi lintas instansi untuk memastikan penanganan yang terpadu. Penyedotan genangan di fasilitas umum juga menjadi prioritas.
Pengerahan personel dan perahu evakuasi dilakukan untuk membantu mobilisasi warga yang terdampak. Selain itu, evakuasi dan pemotongan pohon tumbang yang membahayakan juga menjadi bagian dari upaya penanganan.
Pemerintah Kota Tangerang terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Kesiapsiagaan kolektif diharapkan dapat meminimalkan dampak buruk dari potensi bencana banjir.
Sumber: AntaraNews