Din: Buka muktamar, Jokowi pakai jas bukan seragam militer
Saat membuka Muktamar NU, Jokowi memakai sarung.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan dirinya tidak akan memakai pakaian adat dalam pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-47. Dia mengaku bakal menyambut Presiden Joko Widodo dengan pakaian jas resmi.
"Kemarin Presiden di Jombang (Muktamar NU ke-33) pakai sarung. Itu bagus karena pakaian Islam Nusantara. Kalau saya pakai pakaian adat juga bagus, tetapi ketua umum PP Muhammadiyah akan pakai jas lengkap dan dasi," kata Din di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Senin (2/8).
Menurutnya, Jokowi dalam pembukaan muktamar esok hari juga memakai baju jas. Jokowi disindir tidak lagi memakai seragam militer seperti ketika menerima kunjungan PP Muhammadiyah di Istana.
"Isya Allah Bapak Presiden juga akan pakai jas, pakaian sipil lengkap bukan militer lengkap. Silakan warga Muhammadiyah pakai pakaian yang sesuai saja karena musim kemarau," terang dia.
Lanjut dia, memakai jas dalam acara resmi Muhammadiyah pernah dicontohkan oleh Said Tuhuleley. Dia adalah mantan ketua majelis pemberdayaan masyarakat Muhammadiyah.
"Sahabat baik kita Said Tuhuleley, pakai jas sekali setahun dan lima tahun, yaitu Idul fitri dan Muktamar Muhammadiyah. Kira-kira yang satu mazah dengan saya pakai jas, bukan karena Islam maju tapi maju itu karena kita sendiri," pungkas dia.
Baca juga:
Din Syamsuddin: Alhamdulillah Muktamar Muhammadiyah adem ayem
Muhammadiyah International Meeting dihadiri perwakilan 23 negara
Presiden Jokowi akan buka Muktamar Muhammadiyah, ditutup JK
Ini 39 kandidat ketua umum PP Muhammadiyah, ada nama Busyro Muqqodas
Din minta istilah 'Gerakan Transnasional' tak dipersepsikan negatif