Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Din minta istilah 'Gerakan Transnasional' tak dipersepsikan negatif

Din minta istilah 'Gerakan Transnasional' tak dipersepsikan negatif Ketum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin di pembukaan sidang tanwir pra muktamar ke-47 di Makassar.. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin meminta agar istilah gerakan transnasional tidak diperspepsikan negatif seolah-olah sebagai antitesa gerakan nasional.

Hal ini disampaikan Din Syamsuddin menjawab pertanyaan wartawan tentang upaya Muhammadiyah menjadi gerakan transnasional saat konferensi pers usai pembukaan sidang tanwir di auditorium kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sabtu, (1/8).

Kata Din, sejatinya Islam dan agama lain di Indonesia masuk dengan jalan transnasional. Islam tidak boleh berkutat pada satu ruang saja, tetapi justru harus meluas karena Islam dianut mayoritas penduduk di Indonesia.

Bahkan, imbuhnya, Muhammadiyah sudah ada di tujuh negara dan masuknya tidak sengaja karena memang jadi kebutuhan. "Soal gerakan transnasional, saya sendiri lebih senang disebut Islam global," tuturnya.

Sementara terkait hal-hal yang akan dibahas dalam Muktamar Muhammadiyah ke 47 nanti ini, kata Din Syamsuddin, tentu masalah kemaslahatan umat. Di antaranya soal isu keberagaman yang belum subtantif.

Din tidak merinci perihal isu keberagaman ini tetapi dia memastikan bahwa intinya yang akan dilakukan adalah meluruskan kiblat bangsa. Dia memberi satu contoh di antaranya tentang masalah krisis air.

Menurutnya, Muhammadiyah telah mengajukan Yudisial review ke Mahkamah Konstitusi dan diterima perihal UU yang menyangkut air.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP