Dikonfrontir, Kivlan Zen Sebut Iwan Tukang Tipu Jenderal
Pengacara Kivlan Zen, Muhammad Yuntri mengungkapkan penyidik polisi memberi 17 pertanyaan kepada kliennya saat agenda konfrontasi terkait pembelian senjata api dan pembunuhan tokoh negara. Kivlan dikonfrontir mengenai aliran dana dalam kasus tersebut.
Pengacara Kivlan Zen, Muhammad Yuntri mengungkapkan penyidik polisi memberi 17 pertanyaan kepada kliennya saat agenda konfrontasi terkait pembelian senjata api dan pembunuhan tokoh negara. Kivlan dikonfrontir mengenai aliran dana dalam kasus tersebut.
"Ada 17 pertanyaan. Intinya kaitan aliran dana saja. Aliran dana apakah benar itu terkait dengan rencana pembelian senjata api dan rencana pembunuhan. Itu sudah dibantah semua sama Pak Kivlan," kata Yuntri saat dihubungi wartawan, Rabu (19/6).
Dalam agenda konfrontasi itu, dihadiri Iwan alias HK, tersangka yang mengaku diberi uang oleh Kivlan untuk membeli senjata dan membunuh empat tokoh. Yuntri enggan membocorkan tanggapan Iwan terkait bantahan Kivlan soal itu. Namun, kata dia, Kivlan sempat menegur Iwan.
"Materi enggak bisa saya bocorkan itu rahasia negara. Tapi Intinya setelah konfrontasi selesai, Pak Kivlan di luar BAP berseloroh sama Iwan. 'Ternyata kau tukang tipu ya, sudah berapa banyak jenderal yang kau tipu'," kata Yuntri menirukan ucapan Kivlan.
"Itu kan berhadap-hadapan ya (Kivlan sama Iwan). Tapi Iwan tak bisa membalasnya dia hanya diam saja," ungkapnya.
Tim kuasa hukum pun dan Kivlan menyerahkan hasil konfrontasi ke polisi. "Polisi yang menentukan," tandasnya.
Sebelumnya, tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen dikonfrontasi dengan para tersangka kasus ancaman pembunuhan empat tokoh nasional di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta pada Selasa sore kemarin.
Para tersangka yang di konfrontasi bersama Kivlan adalah Habil Marati, Iwan Kurniawan alias HK dan dua orang lainnya. Materi konfrontasi mengenai aliran dana pembelian senjata.
Diketahui, Iwan dalam kesaksiannya sebelumnya mengaku disuruh oleh Kivlan untuk membeli senjata api ilegal. Iwan mengaku diberi Rp 150 juta untuk membeli senjata api laras pendek dua pucuk dan laras panjang dua pucuk. Iwan menjadi tersangka terkait rencana untuk membunuh Menkopolhukam Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere, serta bos lembaga survei.
Baca juga:
Kivlan Zen Merasa Difitnah Soal Pembunuhan Tokoh, Polri Minta Buktikan di Persidangan
Menhan Minta Kapolri Jangan Merasa Tak Nyaman Proses Hukum Purnawirawan TNI
Kivlan Zen Sebut Dirinya Difitnah
Masa Penahanan Kivlan Zen Diperpanjang 40 Hari
Kasus Rencana Pembunuhan 4 Tokoh, Polisi Konfrontir Kivlan Zen dan Habil Marati