Diduga Depresi Cinta Tak Direstui Keluarga, Pemuda di Jember Gantung Diri di Pohon Dekat Rumah
Tak ada satupun yang tahu, kapan persisnya AW nekat gantung diri.
Tangis histeris pecah dari sebuah rumah di Dusun Cangkring Baru, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Jember. Pada Kamis (15/5) pagi, keluarga besar tersebut meratapi meninggalnya seorang pemuda berinisial AW dengan cara yang tragis.
Pria 24 tahun tersebut diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di sebuah pohon yang ada di dekat rumahnya. Tak ada satupun yang tahu, kapan persisnya AW nekat gantung diri.
“Habis subuh, sekitar pukul 05:30 WIB, salah satu bibi korban menemukan korban sudah tergantung di dahan pohon setinggi 5 meter,” ujar Kapolsek Jenggawah, AKP Eko Basuki Teguh Argowibowo, saat dikonfirmasi merdeka.com pada Kamis (15/05).
Saat itu pula, sang bibi berteriak histeris hingga mengundang kedatangan kerabat yang lain. Secara bersama-sama keluarga besar tersebut berupaya menurunkan jenazah dengan cara memotong tali yang tergantung.
Begitu jenazah sudah diturunkan, orang tua korban langsung syok dan tak menyangka buah hati yang telah dia besarkan lebih dari 2 dasawarsa nekat mengakhiri hidup dengan cara seperti itu.
“Keluarga sebenarnya sudah berupaya memberi pertolongan, tetapi saat itu sudah dalam kondisi meninggal dunia,” tutur Eko.
Terdapat luka gores pada bagian wajah sebelah kiri. “Diduga akibat benturan dengan pohon mangga," ungkap mantan Kapolsek Puger ini.
Motif Bunuh Diri
Warga sudah memanggil polisi untuk melaporkan kejadian ini. Namun kepada petugas kepolisian, keluarga korban menolak untuk proses autopsi.
"Pihak keluarga korban membuat surat pernyataan penolakan pelaksanaan autopsi dan langsung memakamkan korban," ucapnya.
Diduga, motif korban melakukan aksi bunuh diri karena faktor depresi.
"Karena kan hubungan asmara atau percintaan antara korban dengan kekasihnya, tidak disetujui oleh keluarganya," pungkasnya.
Jenazah korban saat ini sudah dimakamkan di pemakaman umum setempat setelah sebelumnya disalatkan di masjid terdekat.
(Jangan anggap sepele gejala depresi. Jika Anda atau orang di sekitar Anda memiliki gejala gangguan psikis yang mengarah pada hal-hal yang membahayakan jiwa, jangan ragu untuk meminta bantuan layanan konsultasi psikologis terdekat).