Dibongkar di Era Anies Baswedan, JPO Sarinah Kini Dibangun Lagi
Adapun JPO Sarinah non-aktif sejak dibongkar pada 2022 di bawah pemerintahan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengaktifkan kembali jembatan penyeberangan orang (JPO) Sarinah, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyebut bahwa pembangunan JPO tengah berlangsung.
Adapun JPO Sarinah non-aktif sejak dibongkar pada 2022 di bawah pemerintahan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bertepatan dengan renovasi besar-besaran Gedung Sarinah. Kala itu, akses bagi pejalan kaki dialihkan sepenuhnya ke fasilitas pelican crossing untuk mendukung penataan kawasan yang lebih terbuka dan modern.
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjadi badan usaha yang ditugaskan membangun kembali JPO tersebut. Menurut Direktur Utama (Dirut) Transjakarta, Welfizon Yuza, sesuai arahan Pramono Anung, revitalisasi JPO Sarinah merupakan langkah Pemprov DKI untuk memberi pilihan aksesibilitas yang inklusif di ibu kota.
"Fokus utama kami adalah memastikan kelompok disabilitas, lansia, dan ibu hamil memiliki fasilitas yang aman dan nyaman untuk menyeberang di kawasan padat tersebut melalui penyediaan lift," kata Welfizon dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/1).
Nilai Sejarah JPO Sarinah
Welfizon juga bicara mengenai nilai sejarah JPO Sarinah sebagai JPO pertama di Indonesia. Nantinya JPO Sarinah akan terhubung sebagai akses ke berbagai moda transportasi di Jakarta.
"JPO Sarinah akan berfungsi sebagai opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik, sekaligus mengembalikan nilai sejarahnya sebagai JPO pertama di Indonesia," jelas dia.
Lebih lanjut, ia juga menjawab kekhawatiran koalisi pejalan kaki. Welfizon menegaskan bahwa pembangunan kembali JPO Sarinah tak diiringi dengan ditutupnya pelican crossing di kawasan tersebut.
"Pembangunan ini tidak akan menghilangkan fasilitas yang sudah ada, pelican crossing tetap beroperasi normal bagi pejalan kaki di permukaan jalan," ujar dia.