LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dianggap ODP, Pemudik yang Tiba di Yogyakarta Diminta Mengisolasi Diri 14 Hari

Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan antisipasi terhadap persebaran virus corona di daerahnya. Salah satunya dengan mengantisipasi para pemudik yang datang ke DIY.

2020-03-26 19:44:15
mencegah virus corona
Advertisement

Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan antisipasi terhadap persebaran virus corona di daerahnya. Salah satunya dengan mengantisipasi para pemudik yang datang ke DIY.

Pemda DIY pun mengkategorikan para pemudik ini ke dalam orang dalam pemantauan (ODP). Para pemudik ini pun diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji meminta kepada Bupati maupun Wali Kota agar menugaskan Ketua RT melakukan pemantauan dan pencatatan para pemudik di wilayahnya.

Advertisement

"Kita sudah minta kepada bupati wali kota supaya menugaskan aparat terbawah (RT hingga kepala desa) untuk pencatatan dan pemantauan terhadap mereka yang ODP. Semua yang datang kita anggap ODP supaya perlakuan itu adalah mengisolasi diri di rumah masing-masing," ujar Aji di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kamis (26/3).

Aji menuturkan agar warga sekitar turut pula memantau para pemudik yang melakukan isolasi mandiri. Apabila tidak patuh, Aji memersilakan agar warga mau menegur pemudik tersebut.

"Harus ada sanksi sanksinya ya sanksi sosial. Kepada masyarakat melihat dia aktivitas biasa, masyarakat yang harus negur dan memaksa dia untuk pengasingan diri," ungkap Aji.

Advertisement

"Kesadaran RT RW bahwa orang ini ODP orang yang harus dalam pemantauan. Yang mudik ODP. Terutama dari daerah terpapar," imbuh Aji.

Aji menerangkan pihaknya telah melakukan pemantauan di terminal maupun tempat kedatangan lainnya. Namun hasil pemantauan ini dirasa Aji tidak efektif.

"Tidak begitu efektif. Karena jumlahnya (pemudik) sangat banyak. Alat kita terbatas, petugas kita juga terbatas. Maka paling efektif pemantauan RT RW desa setempat," tutur Aji.

Baca juga:
Jalanan Purwokerto Disemprot Disinfektan, Perantau yang Mudik Diminta Isolasi Diri
Arus Pemudik di Jateng Melonjak, Ganjar Kerahkan Tenaga Kesehatan
Pendopo Lama Gubernur Banten Disiapkan Jadi Tempat Karantina Tenaga Medis
Aksi Tanggap Bea Cukai Bersama Instansi Pemerintah Cegah Penyebaran Covid-19
Guru Besar di Aceh Sebut CBD Berpotensi Jadi Obat Virus Corona, Ini Penjelasannya
Cegah Penyebaran Corona, Penyemprotan Disinfektan di Depok Pakai Mobil Water Cannon
RSUD Pasar Minggu Adakan Pemeriksaan Mandiri Covid-19

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.