Di Tengah Gejolak Global, MIND ID dan Anggota Holding Tetap Moncer, Setor Kontribusi Besar ke Negara
Melalui pembayaran pajak, royalti, dan dividen kepada pemegang saham, hasil operasional seluruh anggota holding mengalir kembali menjadi manfaat nyata.
Kinerja positif yang ditorehkan perusahaan-perusahaan di bawah naungan Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) sepanjang 2025 tidak hanya memperkuat posisi korporasi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara. Melalui pembayaran pajak, royalti, dan dividen kepada pemegang saham, hasil operasional seluruh anggota holding mengalir kembali menjadi manfaat nyata bagi perekonomian nasional.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan sumber daya mineral strategis Indonesia mampu menciptakan nilai tambah yang besar sekaligus memperkuat fondasi fiskal negara di tengah tantangan ekonomi global.
Sepanjang 2025, Grup MIND ID berhasil menjaga kinerja tetap solid meski menghadapi volatilitas harga komoditas dan ketidakpastian geopolitik dunia. Seluruh anggota holding mencatatkan hasil positif dari berbagai komoditas unggulan, mulai dari emas, batu bara, tembaga, aluminium, timah hingga nikel.
Menunjukkan Keberhasilan
Pengamat BUMN Universitas Indonesia, Toto Pranoto, menilai capaian tersebut menunjukkan keberhasilan strategi integrasi bisnis yang dijalankan MIND ID.
"Kinerja ini menunjukkan kemampuan MIND ID dalam integrasi hulu ke hilir bisnis yang semakin baik. Di luar windfall profit yang diperoleh karena harga komoditas yang meningkat akibat situasi geopolitik yang tidak stabil," ujar Toto.
Kontributor terbesar berasal dari sektor emas melalui PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun pada 2025. Angka tersebut melonjak 106 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,85 triliun.
Pertumbuhan laba ANTM ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar 22 persen menjadi Rp84,64 triliun. Bisnis emas menjadi tulang punggung perusahaan dengan kontribusi sekitar 79 persen terhadap total penjualan. Sepanjang 2025, penjualan emas mencapai Rp66,47 triliun atau meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sektor Batu Bara
Sementara itu, dari sektor batu bara, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) berhasil mempertahankan kinerja positif meski harga batu bara global mengalami tekanan. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp2,93 triliun dengan pendapatan Rp42,65 triliun.
Kinerja PTBA didukung peningkatan volume penjualan sebesar 6 persen secara tahunan. Selain memenuhi kebutuhan domestik sebesar 54 persen, perusahaan juga memperluas pasar ekspor ke Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.
Kontribusi besar lainnya datang dari PT Freeport Indonesia (PTFI) yang membukukan laba bersih sebesar US$2,52 miliar atau sekitar Rp42,07 triliun pada 2025. Pendapatan perusahaan mencapai US$8,62 miliar atau setara Rp143,9 triliun.
Capaian tersebut mencerminkan kuatnya operasional tambang tembaga dan emas di Papua, sekaligus hasil pengembangan hilirisasi melalui fasilitas smelter tembaga di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.
Sektor Aluminium
Di sektor aluminium, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 15 persen sepanjang 2025. Pendapatan perusahaan juga tumbuh sekitar 10 persen menjadi US$785,7 juta, menunjukkan stabilitas operasional di tengah fluktuasi harga aluminium dunia.
Kinerja positif juga ditorehkan PT Timah Tbk. (TINS). Perusahaan membukukan laba bersih Rp1,31 triliun atau mencapai 119 persen dari target RKAP 2025. Pendapatan meningkat 6,41 persen menjadi Rp11,55 triliun dibandingkan Rp10,86 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, TINS mencatat produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn, produksi logam timah 17.815 metrik ton, serta penjualan logam timah mencapai 16.634 metrik ton sepanjang tahun.
Sementara itu, produsen nikel PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turut mencatatkan pertumbuhan positif dengan pendapatan mencapai US$990,19 juta atau meningkat 4,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang efisiensi operasional yang berkelanjutan di kawasan Sorowako, Sulawesi Selatan.
Rangkaian capaian tersebut memperlihatkan ketahanan bisnis Grup MIND ID dalam menghadapi dinamika global sekaligus memperkuat kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian nasional. Melalui setoran pajak, royalti, dan dividen yang terus meningkat, kinerja anggota holding tidak hanya menghasilkan keuntungan korporasi, tetapi juga menjadi sumber penting penerimaan negara untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.