Di Palembang mendung bukan karena hujan, tapi karena asap
Bahkan, sejak sepekan terakhir, matahari tak nampak di langit Palembang lantaran tertutup asap.
Pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumsel menyebabkan jarak pandang berkurang. Bahkan, sejak sepekan terakhir, matahari tak nampak di langit Palembang lantaran tertutup asap. Berdasarkan pantauan merdeka.com, cuaca di Palembang sejak pagi hingga sore hari terlihat mendung. Padahal, cuaca di kota itu sebelumnya sangat terik.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kenten Palembang Muhammad Irdham mengakui cuaca di Palembang beberapa terakhir terlihat mendung. Tetapi, bukan karena akan turun hujan melainkan matahari tertutup kabut asap.
"Kabut asap di wilayah Sumsel terutama di Palembang sudah makin pekat. Matahari saja tidak terlihat sama sekali karena tertutup kabut," ungkap Irdham kepada merdeka.com, Kamis (18/9).
Dijelaskannya, suhu udara di Palembang masih tinggi, mencapai 32 hingga 33 derajat. Sementara kelembapan makin menurun. Saat ini kelembapan terdeteksi 37 persen. "Suhu udara sebenarnya masih tinggi," kata dia.
Irdham memprakirakan, kondisi seperti ini akan terus berlangsung hingga pertengahan Oktober mendatang, begitu musim hujan tiba. "Kabut asap akan hilang begitu hujan turun dan terjadi pertengahan Oktober nanti," pungkasnya.
Baca juga:
Pandangan tertutup asap, speedboat kecelakaan 1 tewas & 17 luka
BMKG bantah Sumsel kirim asap ke Singapura & Malaysia
Asap terus meluas, udara di Pekanbaru nyatakan tak sehat
Singapura kembali rasakan kabut asap dari Indonesia
Kabut asap serang Sumatera, jarang pandang semakin turun