Di Depan Menko Airlangga, Managing Director EMTEK Ungkap Prestasi Vidio sebagai OTT Nomor Satu di Indonesia
EMTEK menyebut Vidio sukses menjadi platform OTT nomor satu di Indonesia, didukung teknologi buatan lokal, konten olahraga unggulan, dan inovasi berbasis AI.
Managing Director PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK), Sutanto Hartono, mengatakan platform Vidio yang berdiri sejak 2014 telah berhasil mencatatkan prestasi sebagai platform OTT nomor satu di Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya dihadapan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Gedung SCTV Tower, Jakarta, Rabu (17/12) saat melakukan peninjauan pelaksanaan program magang nasional di EMTEK Group.
“Pencapaian ini kami raih dari berbagai indikator, mulai dari jumlah pelanggan, total unduhan, belanja konsumen, hingga monthly active users. Sebagai platform lokal yang bersaing langsung dengan dominasi platform global, yang paling membanggakan adalah seluruh teknologi yang kami bangun merupakan buatan Indonesia,” ujar Sutanto.
Ia menjelaskan, Vidio saat ini didukung sekitar 200 engineer lokal yang mengembangkan teknologi dan produk secara mandiri. Tak hanya itu saja, Vidio memiliki karakter yang berbeda dibandingkan platform OTT global lainnya.
“Salah satu pembeda utama Vidio dengan platform seperti Netflix adalah fokus kami yang sangat kuat pada siaran olahraga,” katanya.
Vidio memadukan konten olahraga dengan hiburan, termasuk menayangkan ajang besar seperti Olimpiade, Premier League, hingga Piala Dunia 2022.
Sutanto pun mengungkapkan pengalaman Vidio menyiarkan laga final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Prancis. Dirinya tak pernah membayangkan jika konsumsi data di platform Vidio tembus 3 terabyte per detik.
“Penggunaan konsumsi mencapai 3 TB per second, kira-kira 60 persen dari total bandwidth di Indonesia itu dipakai untuk menonton final World Cup dan kami ternyata mampu melaluinya," ungkapnya.
Ditunjuk Google dan Apple
Dalam kesempatan yang sama, Sutanto juga menyampaikan bahwa Vidio telah ditunjuk oleh Google dan Apple sebagai best practice platform OTT di kawasan Asia-Pasifik. Penunjukan ini menjadi kebanggaan tersendiri karena teknologi yang digunakan sepenuhnya dikembangkan oleh talenta Indonesia.
Selain itu, Vidio menegaskan komitmennya dalam mendorong ekonomi kreatif lokal dengan memproduksi lebih dari 100 judul original series. Jumlah ini disebutnya paling banyak dibandingkan platform pesaing.
“Produksi ini menghidupkan banyak production house dan menyerap lebih banyak tenaga kreatif untuk menghasilkan karya terbaik anak bangsa,” katanya.
Ke depan, Vidio juga berkomitmen terus berinovasi sebagai perusahaan AI media pertama di Indonesia. Salah satu contohnya adalah pengembangan konten Keluarga Somad, yang kini dihadirkan ulang dalam bentuk animasi berbasis kecerdasan buatan.